Rabu Pekan Prapaskah I, 21 Februari 2018

Yun 3: 1-10 + Mzm 51 + Luk 11: 29-32

 

 

Lectio

Pada suatu kali, ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

 

Meditatio

Pada suatu kali, ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: 'angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'. Mengapa? Karena memang Yunus benar-benar menjadi tanda orang yang mau mencari menangnya sendiri, dan menjauhi kehendak Tuhan. Tidaklah sulit bagi Tuhan untuk memaksa umatNya melakukan sesuatu, sebagaimana yang dikehendakiNya. Namun Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, agar mereka berani bertobat dan tidak menyimpang daripadaNya; dan sungguh benar memang orang-orang Niniwe berani bertobat dan menyesal atas segala dosa mereka (Yun 3: 1-10), yang membuat Allah menyesal atas malapetaka yang telah dirancangkanNya terhadap mereka, dan Ia tidak jadi melaksanakannya. Tuhan Allah penuh kuasa. 'Seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini'; tetapi dalam tanda yang berkebalikan. Kalau Yunus melarikan diri dan dia mendapatkan hukuman dalam perut ikan selama tiga hari, maka Yesus Tuhan, Anak Manusia akan masuk dalam alam maut guna membebaskan mereka semua yang telah tertawan karena dosa guna menikmati keselamatan. Dia merelakan diri untuk wafat di kayu salib, dan turun ke alam maut guna menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. KebangkitanNya dari alam maut menjadi tanda, bahwa Dia berkuasa dalam hidup dan mati.

'Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu, dan juga orang-orang Niniwe akan bangkit bersama orang dari angkatan ini, dan mereka semua akan menghukum angkatan ini'. Mengapa? Karena 'ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo dan orang-orang Niniwe bertobat waktu mendengarkan pemberitaan Yunus; padahal yang ada di sini lebih dari pada Salomo dan Yunus'. Kalian benar-benar menjadi orang-orang terhukum karena tidak mau mendengarkan dan mendengarkan sabda dan kehendak Tuhan. Angkatan ini seharusnya mendapatkan kesempatan lebih cepat dalam mendapatkan keselamatan, karena Anak Manusia lebih besar dari Salomo ataupun Yunus, sebab memang Dialah Allah yang menjadi manusia dan tinggal di antara umatNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya tanda Yunus yang diberikan pada orang-orang Niniwe juga menyadarkan kami, bahwa Engkau jauh lebih dari Yunus, karena Engkaulah keselamatan itu. Kami bersyukur berkat wafat dan kebangkitanMu kami Kau tebus dari dosa dan beroleh hidup kekal. Amin

 

 Contemplatio

'Seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini'.










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010