Sabtu Pekan Biasa IV, 3 Februari 2018

1Raj 3: 4-13 + Mzm 119  + Mrk 6: 30-34

 

 

Lectio

Pada waktu rasul-rasul kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

 

Meditatio:

Pada waktu rasul-rasul kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Mereka bangga karena dapat melakukan segala yang ditugaskan kepada mereka, tetapi Yesus tetap meminta mereka agar berbangga karena nama mereka 'terdaftar di sorga' (Luk 10: 20). Melakukan kehendak Dia yang mengutus kita menjadikan bekal untuk menikmati Kerajaan Surgawi.

Yesus berkata kepada mereka: 'marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!'. Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Istirahat adalah kebutuhan mendasar juga dalam perjalanan hidup kita manusia. Ada baiknya, kalau kita tidak hanya beristirahat sendiri, melainkan juga beristirahat bersama Yesus, bercerita bersama, dan bahkan bersenda gurau bersamaNya. Tinggallah bersama Aku.

Pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Aneh tapi nyata, bahwasannya perjalanan lewat darat lebih cepat daripada menyeberang danau. Apakah memang kepergian mereka begitu mudah diterka banyak orang? Apakah Yesus bersama para muridNya dengan menaiki perahu, sebetulnya mereka hendak mengelabui atau mensiasati agar terhindar dari perhatian banyak orang? Memang tak dapat disangkal 'anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang' (Luk 16: 8)

          Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Hanya Tuhan Yesus memang yang bisa melakukan semuanya ini. Bukankah memang Dia adalah manusia sejati, sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa, dan dalam aneka keterikatan dunia ini?

'Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau, tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau, takkan bangkit seorang pun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja. Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu' (1Raj 3: 11-13). Keberanian Salomo meminta yang terindah semakin mengundang belaskasih Tuhan. Yesus pun dalam Injil hari ini juga mengingatkan para rasul agar tidak hanya bangga telah mampu melayani dan melaksanakan tugas perutusan, tetapi semata-mata karena mereka telah melakukan kehendak sang Guru, juga dalam pelayanan terhadap orang banyak Yesus hanya mengajar dan mengajar, dan bukan mengadakan aneka mukjizat. Karena apa? Karena mendengar sabda dan melaksanakannya itu lebih penting dan indah dari segala karunia yang diberikan Tuhan kepada umatNya. Kebijaksanaan yang diminta Salomo adalah sebuah kepemimpinan yang melandaskan atas kehendak Tuhan Allah sendiri.

  

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami juga mohon kiranya Kau tambahkan kebijaksanaan dalam tugas pelayanan kami, agar semua pelayanan kami sungguh berdasarkan  atas kehendakMu. Bukan untuk kebanggaan dan egois diri yang menyesatkan kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.'













Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Biasa XVIII, 7 Agustus 2017

Selasa XXX, 26 Oktober 2010