Sabtu Pekan Biasa V, 10 Februari 2018

1Raj 12: 26-32 + Mzm 106 + Mrk 8: 1-10

 

 

Lectio

Pada waktu itu ada orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh." Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?" Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh." Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

 

Meditatio

Pada waktu itu ada orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya. Yesus tahu benar yang dialami dan dirasakan oleh orang-orang yang dikasihiNya. Tak ada yang luput dari perhatianNya. Yesus berkata: 'hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh'. Mengapa memberitahukan semuanya itu kepada para muridNya? Yesus pasti tahu tentunya akan apa yang hendak dilakukanNya. Murid-murid-Nya menjawab: 'bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?'. Para murid menangkap apa yang dikehendaki Yesus, tetapi bagaimana menyelesaikan persoalan besar ini. Bukankah situasi pada waktu itu tidak seramai jaman sekarang ini?

Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, sebagaimana yang disebutkan dan dimiliki para murid. Yesus mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, berapa jumlah ikan tidak disebutkan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Yesus memperganda roti. Yesus melakukan semuanya itu dalam peristiwa doa bersama. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Angka tujuh tentunya mempunyai makna simbolis indah tentunya. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Tentunya kita dapat membayangkan jumlah ikan yang diperlukan untuk makan sebanyak empat ribu orang sampai kenyang, dan itu pun masih bersisa. Bagaimana proses terjadinya pergandaan tujuh roti menjadi makanan yang mengenyangkan untuk orang sebanyak itu, tentunya sulit kita bayangkan. Namun itulah Tuhan Yesus membuat segala-galanya baik adanya. Tidak ada yang mustahil bagi Yesus Tuhan.

Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Yesus tidak membiarkan orang-orang yang mendengarkan pengajaranNya pulang dalam keadaan tidak berdaya. Tuhan Yesus baik. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, berilah kami hati seperti hatiMu, yang penuh belaskasih. Yang mampu memahami kesulitan orang lain dan berani memberikan uluran tangan untuk membantu setiap orang yang membutuhkan bantuan kami, agar orang lainpun mengalami kasihMu di dalam hidupnya. Amin

 

 

Contemplatio

'Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan'.












Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis