Sabtu Pekan Prapaskah I, 24 Februari 2018

Ul 26: 16-19 + Mzm 119 + Mat 5: 43-48

 

 

Lectio

Pada suatu kali, Yesus berkata: 'kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'.

 

Meditatio

Pada suatu kali, Yesus berkata: 'kamu telah mendengar firman: kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu'. Inilah hukum Perjanjian Lama. Impas dn lunaslah, atau seimbanglah, kalau kita mengasihi orang-orang yang ada di sekitar kita, dan membenci mereka yang memusuhi kita. 'Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu', tegas Yesus. Kasih itu terbuka bagi setiap orang. Bukankah kita sama-sama milik Tuhan Allah sang Empunya kehidupan? Bukankah kita sama-sama milikNya, kita mempunyai hak sama satu sama lain. Lebih dari itu, Yesus menambahkan, kalau kita mengasihi semua orang tanpa terkecuali, termasuk mereka yang memusuhi kita, maka, 'kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar'. Kasih terbuka bagi setiap orang tanpa terkecuali. Kita akan menjadi anak-anak Bapa di surga, kalau memang kita bersikap dan bertindak seperti Bapa sendiri. Kita tidak hanya menjadi umatNya yang kudus, sebagaimana tersurat dalam Ulangan 26, tetapi malah menjadi anak-anak Bapa di surga. Menjadi bangsa yang kudus kalau kita mentaati aneka perintah dan aturanNya, tetapi kalau kita mengasihi sebagaimana Bapa sendiri, kita menjadi anak-anak Bapa di surga. 'Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'.

'Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?', tambah Yesus dalam penjelasannya kepada para murid. 'Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?'. Apa bedanya kita dengan kaum pemungut cukai dan orang-orang yang tidak mengenal Allah, kalau memang  kita hanya mengasihi mereka yang mengasihi kita, atau yang memberi salam terlebih dahulu kepada kita. Kasih hendaknya menjadi kekhasan dan kehebatan orang-orang yang mengenal dan  mengasihi Allah

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau tahu tidak mudah bagi kami untuk mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka. Tetapi kami percaya dengan mengandalkan Engkau, dengan melakukan kehendakMu kami pasti dapat melakukannya. Maka dampingilah kami ya Yesus, agar kami selalu dikuatkan dalam hidup ini. Amin

 

 

 Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu'.















Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018