Sabtu sesudah Rabu Abu, 17 Februari 2018

Yes 58: 9-14 + Mzm 86 + Luk 5: 27-32

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

 

Meditatio

Suatu hari ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: 'ikutlah Aku!'. Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Kenapa Lukas bertahan memanggil Lewi, dan bukan Matius? Sepertinya ada perubahan penekanan antara seseorang yang sudah mengikuti Kristus Tuhan dari semangat hidup sebelumnya.

Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Yesus bukan saja diundang dalam pertemuan makan bersama itu, malah pesta itu diselenggarakan dengan intensi bagi Dia yang diikutinya. Dia sang Guru yang harus kuikuti, dan kepadaNya aku harus berani mempersembahkan hidupku. Intensi inilah sepertinya yang membuat Lewi mengadakan pesta perjamuan saat itu. Para pemungut cukai ambil dalam perayaan pada saat itu, karena memang merekalah teman-teman pergaulan Lewi ini. Lewi termasuk dalam persahabatan kaum pemungut cukai dan kaum berdosa. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: 'mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Mereka tidak berani berkata-kata kepada Yesus, melainkan hanya kepada para murid. Bukankah kemarin mereka berani mengur langsung Yesus, karena membiarkan para muridNya tidak berpuasa, sebagaimana kaum Farisi dan murid-murid Yohanes? Mereka pasti enggan dan tidak berani berkata-kata dengan sang Guru yang mengajar dengan penuh wibawa itu.

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit', tegas Yesus menanggapi komentar kaum Farisi dan para ahli Taurat. 'Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat'. Yesus menegaskan tugas perutusanNya ke dunia ini. Dia datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, maka tentunya yang harus menjadi pusat perhatianNya sekarang ini adalah mereka kaum pendosa. Kiranya setiap orang harus berani bertahan dan setia pada tugas perutusannya, walau bertentangan arus dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Situasi jaman sekarang ini pun tentunya tetap memerlukan orang-orang yang mempunyai hati terhadap sesamanya, walau tak dapat disangkal akan selalu mendapatkan perlawanan dari mereka semua kaum egois, yang tidak mengangggap orang lain rendah, sebaliknya merasa dirinya paling benar dan suci. Mereka itu tidak ubahnya kaum Farisi dan para ahli Tuarat. Kapan di mana kita harus melakukan segala kebaikan? Mulai sekarang dan di mana pun kita berada.  Nabi Yesaya menegaskan: 'apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan' (Yes 58: 9-11). Yesaya menubuatkan ini, karena memang setiap orang yang percaya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan dapat melakukan semuanya itu.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau mengundang kami unutk selalu siap sedia melakukan kebaikan. Teguhkanlah kami dalam menjadi saluran berkat bagi sesama, dan tetap bertahan dalam kasihMu, walau menghadapi aneka kesulitan dari orang-orang yang ada di sekitar kami.

 

 

Contemplatio

 'Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat'.

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018