Selasa Pekan Biasa V, 6 Februari 2018

1Raj 8: 22-28 + Mzm 84 + Mrk 7: 1-13

Meditatio
Suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. Itu baik adanya.
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: 'mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?'. Mengapa mereka tidak menegur Yesus dengan berkata; mengapa Engkau tidak menegur mereka supaya mereka mengikuti aturan adat istiadat kita? Bukankah Engkau juga Orang Yahudi? Anak tukang kayu, dan nama ibuMu Maria? Jawab-Nya kepada mereka: 'benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Yesus langsung menegur mereka sebagai orang-orang munafik. Yesus tidak mengemukakan alasan terlebih dahulu, tetapi langsung menyebut seperti itu. Sebab ada tertulis: bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia'. Mereka adalah orang-orang munafik karena memang mereka hanya memuji-muji Allah, tetapi hatinya jauh dari Allah. Mereka tidak melakukan kehendak Allah. Mereka terbiasa berseru Tuhan, Tuhan, tetapi mereka tidak melakukan kehendak Allah. Malah sebagai orang-orang yang berkecimpung dalam bidang rohani mereka lebih mengajarkan adat istiadat daripada perintah-perintah agama. Seharusnya pembicaraan mereka berkisar tentang penghayatan agama, karena memang mereka telah duduk di kursi Musa. Yesus tidak berbicara tentang tindakan para murid yang dianggap salah oleh kaum Farisi, malah langsung menohok orang-orang Farisi sendiri yang mempersoalkannya.
'Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri', sambung Yesus melanjutkan teguranNya kepada mereka kaum Farisi. 'Karena Musa telah berkata: hormatilah ayahmu dan ibumu dan siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Perintah ke empat sepertinya, dan itu memang benar. Tetapi kamu berkata: kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban, yaitu persembahan kepada Allah, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Mereka mengadakan ritualisasi dalam aneka hal. Dengan mengadakan aneka ritual keagamaan dianggapnya sudah menyelesaikan segala sesuatu. Mereka, kaum Farisi beranggapan seperti itu, karena mereka mendapatkan keuntungan besar. Mereka benar-benar melakukan mafia kejahatan dalam peribadatan.
'Banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan', tegasYesus, dan bahkan sampai sekarang praktek-praktek seperti itu masih ada.
Apakah yang dilakukan orang-orang Farisi ini merupakan salah tafsir mereka terhadap yang dilakukan oleh Salomo (1Raj 8). Salomo memang telah membangun rumah Allah yang megah, tapi apalah artinya semuanya itu mengingat keagungan dan kemuliaan Tuhan. Maka kiranya doa-doa merekalah yang kiranya mendamaikan keinginan mereka untuk selalu berjumpa dengan Tuhan. Yang penting berdoa dan berdoa, maka semua boleh dinomerduakan. Demikian juga perawatan terhadap orangtua dapatlah diabaikan dan bahkan dihilangkan, kalau memang kita telah mempersembahkan kurban bakaran demi kesehatan orangtua?

Oratio
Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar mampu melakukan kehendakMu dengan tulus hati, bukan semata untuk upacara yang menampilkan keindahan dan dilihat orang, tetapi sungguh kami lakukan agar namaMu dipermuliakan. Amin

Contemplatio
'mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?'.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018