Selasa Pekan Biasa VI, 13 Februari 2018


Yak 1: 12-18 + Mzm 94 + Mrk 8: 14-21

 

 

Lectio

Suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

 

Meditatio

Suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lupa dan lalai memang hampir sepadan, tipis batasnya. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: 'berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes'.  Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: 'itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti'. Tidak menangkap juga para murid akan bahasa simbolis yang digunakan sang Guru. Atau memang Yesus secara sengaja berbicara tentang hal ini berdasar kenyataan yang ada, agar maksud pembicaraan dapat ditangkap dengan baik. Mereka diminta waspada terhadap hasutan kaum Farisi dan Herodian yang memang disebarkan secara structural; dalam arti mereka kaum Farisi dan Herodian ini mempunyai kuasa dan pengaruh yang kuat dalam masyarakat. Bukankah mereka itu juga mempunyai kedudukan kursi Musa dalam masyarakat? Demikian juga kaum Herodian, kaum politisi yang akrab dengan penguasa, Herodes pada saat itu? Para murid diminta bijak dalam hidupnya.

Ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: 'mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?'. Sikap seperti ini seharusnya tidak terjadi pada diri muridNya. Bukankah Yesus pernah mengatakan: 'kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun' (Mrk 4: 11-12). Apakah para murid sudah seperti mereka? 'Tidakkah kamu ingat lagi', Yesus melanjutkan penegasanNya,  'pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?'.  Jawab mereka: 'dua belas bakul'. Mereka pun juga ingat ketika Yesus memperganda tujuh roti untuk empat ribu orang. Para murid menjadi orang-orang degil, karena hanya berputar pada kemauan diri sendiri dan tidak mau mengingat segala karya belaskasih Allah yang telah mereka nikmati. Mereka menikmati 'pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna, yang datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa' (Yak 1: 17), tetapi tidak merasakannya dengan hati. Benarlah memana aneka karunia ilahi itu tidak menyelamatkan, hanya sabdaNya yang menghidupkan dan menyelamatkan. Mereka itu tidak ubahnya dengan perumpamaan tentang benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu.

'Masihkah kamu belum mengerti?', tantang Yesus kepada para muridNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, di tengah kehidupan dunia seperti sekarang ini begitu banyak hal-hal yang bisa mempengaruhi iman kami. Maka kami mohon, dampingi dan kuatkanlah kami, agar tetap teguh beriman kepadaMu. Amin

 

Contemplatio

'Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes'.    

 










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010