Selasa Pekan Prapaskah II, 27 Februari 2018

Yes 1: 10-20 + Mzm 50 + Mat 23: 1-12

 

 

Lectio

Pada suatu kali, berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan".

 

Meditatio

Pada suatu kali, berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 'ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya'. Kaum Farisi dan para ahli Kitab menduduki posisi sentral dalam kehidupan sosial-religius. Mereka mempunyai kuasa dalam tafsir hukum Taurat; mereka adalah para penatua yang harus dihormati dan ditaati. Karena itu, para murid dan semua orang harus taat kepada mereka, kaum Farisi dan para ahli Taurat. Namun Yesus meminta mereka tidak mengikuti perilaku kaum Farisi dan ahli Taurat yang munafik itu.

Apakah kemunafikan mereka? Begitu beratkah perilaku mereka sehingga Yesus meminta para murid tidak mengikuti gerak langkah mereka itu? Mereka memang begitu jahat dan gila hormat. Karena memang, pertama 'mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang'. Mereka hanya omong saja, tetapi tidak melakukan apa-apa. Tong kosong nyaring bunyinya. Kedua, 'mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang'. Tentunya mereka sering mengelabui banyak orang dengan doa yang panjang lebar. Ketiga, 'mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat'. Mereka suka disanjung-sanjung sebagai pemimpin. Pasti mereka akan marah kalau diucapkan lagi kata yang pernah ditujukan kepada Daud dan Saul, sebab Daud mengalahkan berlaksa-laksa musuh, sedangkan Saul hanya beribu-ribu saja. Keempat, 'mereka suka menerima penghormatan di pasar'. Mungkin sorak sorai yang diterima di dalam pasar ketimbang salam hormat ketika berjumpa di jalan. Inilah ke empat alasan mengapa para murid diminta tidak meniru perilaku kaum Farisi dan para ahli Taurat.

Yesus menambahkan, bahwa kaum Farisi dan para ahli Taurat itu 'suka dipanggil rabi, tetapi kamu, janganlah kamu disebut rabi; karena hanya satu Rabimu, dan kamu semua adalah saudara'. Sebab memang hanya Kristus Yesuslah Jalan, Kebenaran dan Hidup, dan tidak ada yang lain. Yesuslah yang menghantar setiap orang menikmati kehidupan kekal. Kita semua adalah orang-orang yang hendak belajar dari Guru kehidupan ini. 'Janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga'. Dialah sang Empunya kehidupan, dan hanya kepadaNyalah kita harus merunduk.  'Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias'. Karena memang hanya kepadaNyalah Bapa berkenan, dan Dialah satu-satunya yang menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia. Dialah sang Gembala yang menghantar kita kepada kehidupan sejati. Malah dalam masa Prapaskah ini, kita diingatkan akan karya penebusan Kristus yang memberikan jaminan keselamatan kepada seluruh umat manusia.

Sebutan guru, pemimpin dan bapa sebetulnya dan seharusnya bukanlah orang yang bersangkutan yang menyebut dirinya sendiri seperti itu, melainkan dari orang-orang lain yang bergaul dengan dia. Boleh kita menggunakan gelar semuanya itu, malah menjadi panggilan dan tugas perutusan  yang harus kita pertanggungjawabkan, tetapi kalau sebutan itu muncul karena karya pelayanan terhadap orang-orang yang ada di sekitar, akan terasa semakin indah dan benar-benar bermakna. Keagungan seseorang tampak bukan karena gelar dan jabatan yang dimiliki, melainkan karya pengabdian terhadap sesama. 'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu; dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

Apakah kita sempat bersikap sebagai orang-orang Farisi dan para ahli Taurat? Minimal, mari kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan melakukan karya pertobatan di masa Prapaskah ini, agar di masa-masa berikutnya kita akan terbiasa berbuat baik bagi sesama kita. Kiranya pesan yang disampaikan nabi Yesaya ini: 'basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!' (Yes 1: 16-17) menjadi pedoman bagi kita untuk melakukan segala yang baik dan benar bagi sesama kita.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk berdoa dan bertindak terhadap sesama dengan hati yang tulus, bukan untuk kepentingan dan kesombongan diri, tetapi apa yang kami lakukan sungguh didasarkan pada kasih seperti Engkau sendiri ajarkan pada kami. Sebab hanya Engkaulah Guru dan Bapa yang patut kami ikuti. Amin

 

 

Contemplatio

'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu; dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 











Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010