Senin Pekan Biasa V, 5 Februari 2018

1Raj 8: 1-13 + Mzm 132  + Mrk 6: 53-56

 

 

Lectio

Suatu hari setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

 

Meditatio

Suatu hari setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Mungkin keluhan Ayub yang kita renungkan kemarin dapat meneguhkan kita, mengapa Yesus begitu menaruh perhatian kepada mereka yang sakit. 'Bila aku pergi tidur, maka pikirku: bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari' (Ayb 7: 4). Injil Kerajaan Allah memang yang menjadi tugas perutusanNya, tetapi tak dapat disangkal, kabar sukacita itu juga harus mampu memberikan sukacita bagi mereka yang sakit, dan membebaskan mereka dari tawanan dan belenggu penderitaan yang berkepanjangan.

Keluhan seperti inilah yang diucapkan hati setiap orang yang sakit. 'Hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik'. Kita tinggalkankah orang-orang semacam itu? Apakah kita tidak memandang mereka karena tiada gunanya lagi? Yesus memberikan kesembuhan kepada mereka, karena memang Yesus mempunyai hati terhadap mereka. KehadiranNya memberikan sukacita.

Bagaimana dengan kita yang sehat? Marilah kita selalu bersyukur atas segala karuniaNya yang telah diberikan kepada kita. Kalau Daud dalam bacaan hari ini (1Raj 8) meminta para tua-tua bangsa mengangkat tabut perjanjian dan kemah ke rumah Allah yang baru mereka dirikan, semuanya itu menantang umat Israel untuk selalu bersyukur dan bersyukur kepadaNya, sembari memuji atas segala kebaikanNya. Sebab memang Allah tidak pernah menyengsarakan umatNya. Dia baik terhadap semua orang yang dikasihiNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas segala rahmat yang Kau limpahkan dalam hidup kami. Kiranya kamipun mampu mendatangkan sukacita bagi sesama di sekitar kami. Amin

 

Contemplatio

'Orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh'.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Biasa XVIII, 7 Agustus 2017

Selasa XXX, 26 Oktober 2010