Hari Raya Paskah, 1 April 2018

Kristus bangkit Alleluya

Kis 10: 34-43  +  Kol 3: 1-4  +  Yoh 20: 1-9

 

 

Lectio

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.  Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.  Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.  Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.  Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

 

Meditatio

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Pemberani juga Maria satu ini. Pagi-pagi kali di hari ketiga wafatNya sang Guru, dia sudah mau menjumpai lagi Orang yang dikasihinya. Ternyata dia mendapatkan kenyataan yang tidak diharapkan. Batu penutup kubur sudah tidak ada pada tempatnya. Tanpa bertanya-tanya, Ia segera berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus.  Ke mana para murid yang lain? Apakah mereka tidak satu rumah? Atau memang mereka, berdua Petrus dan Yohanes, sedang berembuk sesuatu, sehingga hanya mereka yang dapat ditemui?  

'Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan'. Itulah kesimpulan yang dikatakan Maria kepada kedua murid Yesus. Apakah tidak mungkin batu terguling, karena orang tergesa-gesa menutupnya, atau karena memang ada orang yang usil mengambil batu penutup liang kubur itu? Apakah bisa langsung disimpulkan, bahwa batu terguling menunjuk jenasah Yesus tidak ada lagi di makam? Apakah Maria boleh dikategorikan penyebar berita bohong, karena terlalu cepat memberi kesimpulan? Apakah teriakan Maria begitu keras, sehingga didengar oleh para penjaga kubur yang mengamat-amati mereka? (bdk Mat 28: 13-15) Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.  Keduanya berlari bersama-sama. Merasa ada yang tidak beres, mereka segera ingin melihat segala yang telah terjadi. Transceamus usque kuburan? Tanpa banyak kata kedua murid itu langsung pergi juga. Mereka tidak bertanya-tanya kapan semuanya itu terjadi.

Murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Orang muda lebih cepat dalam segala hal dibuktikan oleh Yohanes dalam menanggapi peristiwa itu. Murid yang dikasihiNya itu menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.  Sopan kali Yohanes ini. Dia tidak mau mendahului masuk sebelum dia yang dituakan masuk terlebih dahulu. Yohanes adalah perwakilan kaum muda yang tahu menempatkan diri dalam kebersamaan hidup. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.  Semua tertata dengan rapi dan teratur. Sepertinya Dia tidak diambil atau dicuri oleh orang lain. Semuanya terjadi dengan baik adanya. Situasi yang baik adanya menunjukkan adanya kebaikan di tengah-tengah peristiwa itu. Maria Magdalena emosional. Ternyata, tidak ada lagi kematian dalam kubur yang telah terbuka itu. Segala yang tertata rapi menunjukkan bahwa Dia yang dibaringkan di situ tidak mati lagi. Dia hidup.  Segala yang tertata rapi dan indah itu seolah-olah hendak berkata: 'Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat tempat mereka membaringkan Dia' (Mrk 16), sebagaimana diceritakan dalam Injl Markus.  

Masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Murid yang satu ini akhirnya ingat, bahwa Dia, sang Guru, selalu meninggalkan segala sesuatu baik adanya, 'yang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik' (Mat 15: 5). Segala yang baik itu memang berasal dari Atas (bdk Yak 1: 17). Mereka mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. 'Ia memang harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga' (Mat 16: 21). Yesus telah sendiri mengatakannya

Kepekaan Yohanes cukup bisa dibanggakan untuk mengingat segala yang telah dikatakan oleh Yesus kepadanya. Yohanes merasakan bahwa kehadiranNya tampak dalam aneka situasi, terutama pada aneka hal yang baik adanya, dan semua itu dapat juga kita alami, bahkan kita tumbuhkembangkan dalam hidup kita, bila memang kita juga selalu berkomunikasi dengan Dia yang bertakhta di surga, dan selalu 'mencari perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah', sebagaimana dikatakan Paulus dalam surtnya kepada umat di Kolose. Bagaimana kita dapat menemukan Dia dalam peristiwa hidup kita, kalau memang kita tidak mau mendengarkan Dia terlebih dahulu (Kol 3: 1-3).

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkaulah kebangkitan dan hidup, buatlah kami semakin merasakan kehadiranMU dalam peristiwa hidup ini, dan semanagatilah kami dalam membaca kitab suci yang akan memudahkan kami menemukan dalam diri sesama kami. Amin.

 

Contemplatio :

Pertama, 'Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia'. Kebangkitan Yesus memenuhi segala yang telah disabdakan Allah semenjak semula. Kematian benar-benar kesengajaan Allah untuk menyelamatkan umat manusia.

Kedua, Simon Petrus masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Semua tertata dengan rapi menunjuk bahwa segala perbuatan ilahi itu baik dan tertata dengan indahnya. Perhatian kepada yang baik dan indah adalah wujud kemauan diri untuk bersikap dan berbuat segala yang dikerjakan Allah.

Ketiga, 'Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan'. Pengalaman rohani  tetap harus bebas dari segala kecenderungan insani. Mengedepankan segi emosional dalam pengalaman ini akan membuat kita berkata-kata yang jauh dari kebenaran.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis