Jumat Pekan Prapaskah II, 2 Maret 2018

Kej 37: 17-28 + Mzm 105 + Mat 21: 33-46

 

Lectio

Pada suatu kali, bersabdalah Yesus: "ada seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu".

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

 

Meditatio

Dari perumpamaan itu dapat kita dengar orang-orang yang jahat dan rakus, yakni para penggarap kebun anggur dan seorang pemilik kebun anggur yang baik hati. Ketika Yesus menanyakan apa yang akan dilakukan sang pemilik kebun anggur terhadap para penggarap,  mereka semua serentak menjawabNya: 'ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya'. Perumpamaan itu mudah sepertinya, sehingga mereka semua dapat menangkapnya dengan cepat. Mereka dapat menjawab pertanyaan Yesus dengan sigap pula.

Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, demikianlah juga dengan Kerajaan Allah, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Yesus menerangkan dengan jelas dan tegas apa yang dikehendaki oleh Allah. Israel adalah bangsa terpilih, umat Allah yang kudus; semenjak semula mereka telah dipersiapkan dan dikuduskan oleh Allah, tetapi ternyata mereka tidak menikmati segala yang indah dan baik adanya. Segala perintah Tuhan tidak mereka taati. Mereka mencoba mencari kepuasan diri. Mereka amat egois dan serakah. Allah tidak segan-segan mengambil rahmat istimewa yang telah dicurahkanNya dari mereka. Allah tidak segan-segan menghukum orang-orang yang dikasihiNya. Allah amat memperhatikan orang-orang yang amat produktif dalam keselamatan.

Segala yang dilakukan oleh Allah, sekali lagi karena kemauan Allah sendiri melihat kenyataan orang-orang yang dikasihiNya itu. Benarlah yang tertulis dalam Kitab Suci: batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Bahwasannya semuanya akan dilakukan oleh Yesus Kristus karena memang Dialah yang menjadi bahan perbantahan bagi banyak orang. Dialah yang dilawan dan ditolak oleh orang-orang tua bangsa Yahudi, dan bukan oleh bangsa lain. Namun sebaliknya, semua itu juga menjadi kemujuran bagi bangsa-bangsa lain bukan Yahudi, yakni orang-orang yang percaya kepadaNya. Kepercayaan akan Kristus Tuhan menjadi peluang bagi setiap orang untuk menikmati keselamatan. Contoh mudah diingat tentang batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru  adalah Yusuf dalam menghadapi perilaku saudara-saudaranya yang membuang dirinya ke sumur ataupun ke Mesir (Kej 37). Yusuflah yang akhirnya sebaliknya menyelamatkan para saudaranya dari kemelaratan hidup; terlebih Kristuslah yang akhirnya menyelamatkan orang-orang yang percaya kepadaNya.

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Marahlah mereka semua, dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia Nabi. Orang-orang yang seharusnya menjadi panutan dalam mengejar keselamatan, malahan yang banyak membelokkan hati umat dari keselamatan. Mereka duduk di kursi Musa sebatas jabatan saja, tidaklah demikian dengan perilaku dan sikap hidup mereka. Ketidakberanian mereka menghadapi banyak orang yang percaya kepada sang Nabi menunjukkan, bahwa orang yang melakukan kejahatan itu selalu melarikan diri dari kenyataan.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau yang ditolak oleh tua-tua bangsa Yahudi, tetapi keselamatan tetap Kau curahkan bagi mereka yang mau percaya kepadaMu. Maka kami mohon, kiranya apa yang kami lakukan sungguh dapat menjadi panutan bagi orang lain dalam menikmati keselamatan daripadaMu. Amin

 

Contemplatio

'Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'.










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018