Kamis dalam Pekan Suci, 29 Maret 2015

Yes 61: 1-9  +  Why 1: 5-8  +  Luk 4: 16-21

 

 

Lectio

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.  Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

 

Meditatio

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Yesus kembali dari padang gurun setelah empat puluh hari empat puluh malam berpuasa. Tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Yesus ternyata menjadi dambaan banyak orang. KehadiranNya menjadi kerinduan umat manusia. Yesus mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. PengajaranNya sepertinya membawa angin segar bagi orang-orang yang mendengarkanNya.  

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat hendak mengajar.  Seorang Guru selalu diminta mengajar di bait-bait Allah.  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya. Entah kenapa buku Yesaya diberikan kepadaNya, dan bukannya buku lain. Apakah sudah ada kalender liturgi bagi mereka? Yesus tidak menolaknya,  dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Yesus sepertinya sengaja memang membuka perikop kitab nabi Yesaya itu (Yes 61: 1-2). Sebuah perikop yang memberitahu tentang siapakah diriNya, dan tugas perutusan yang diembanNya. Yesus datang untuk mewartakan sabda dan kehendak Allah, khususnya bagi mereka yang miskin, tertindas, tertawan dan yang buta; yakni mereka yang benar-benar membutuhkan uluran tangan Allah yang penuh belaskasih.  Yesus menegaskan, bahwa Dia sungguh-sungguh datang membawa sukacita pada saat penuh rahmat.

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Semuanya terkagum-kagum atas penegasan tugas yang diembanNya. Mereka semua tampaknya mengamini apa yang dikatakanNya, sebab mata mereka sekarang ini benar-benar memandang Dia sang Mesias yang hadir di tengah-tengah umatNya.  Lalu Yesus memulai mengajar mereka, kata-Nya:  'pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya'. Yesus menegaskan, bahwa diriNyalah yang memang dimaksudkan dengan nubuat Yesaya tadi. Pada awal pewartaanNya, Yesus sudah memperkenalkan siapakah diriNya. Kehadiran Yesus yang mengamini dan menjabarkan aneka nubuat dalam Perjanjian Lama memang sulit dimengerti banyak orang, terlebih mereka terikat dengan gambaran mereka sendiri tentang Tuhan Allah. Walaupun mempunyai aneka gambaran tentang Allah, ada baiknya tidak berhenti pada aneka gambaran itu. Kenyataan  bahwa Allah hadir itulah yang harus dinikmati dan dirasakan, dan bukannya tegar berdiri pada angan-angan diri.

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau adalah Allah sendiri yang hadir di tengah-tengah kami. Ajarilah kami agar semakin memahami sabdaMu dan melakukannya dalam hidup kami. Amin

 

Contemplatio :

Pertama, 'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku'. Dia disebut Kristus, yang terurapi, yang terberkati. Yesus menggunakan Bahasa manusia, Karen memang, Dia adalah seorang manusia sama seperti kita, kecuali dalam dosa. Roh Tuhan ada dalam Yesus, maka tepatlah kalau Dia disebut Tuhan, karena Roh Tuhan yang hidup dalam diriNya.

Kedua, Yesus diutus 'untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan tertindas, penglihatan bagi orang-orang buta, dan untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Kehadiran Yesus berarti sungguh-sungguh membahagiakan dan memberi sukacita. Tepatlah kalau pewartaanNya disebut Injil Kerajaan Allah. Mendengarkan Injil berarti mendengarkan dan menghadirkan Kristus Yesus sendiri.










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018