Minggu Pekan Prapaskah V, 18 Maret 2015

Yer 31: 31-34  +  Ibr 5: 7-9  +  Yoh 12: 20-33

 

 

Lectio

Suatu hari di antara orang-orang  yang berangkat untuk beribadah pada hari raya Paskah, terdapat beberapa orang Yunani.  Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."  Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.  Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.  Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.  Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.  Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.  Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"  Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia."  Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.  Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;  dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."  Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

 

Meditatio

Suatu hari di antara orang-orang  yang berangkat untuk beribadah pada hari raya Paskah, terdapat beberapa orang Yunani.  Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: 'tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus'.   Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.  Ada apa orang-orang Yunani itu hendak menjumpai Yesus? Apakah mereka ingin menjadi murid-muridNya? Mengapa mereka menjumpai Filipus, dan mengapa Filipus juga menghubungi Andreas dulu? Apakah ada banyak kerumunan orang pada waktu itu sehingga sulit menjumpai Yesus? Dan apakah Filipus pada waktu itu ada di luar kerumunan yang ada? Mengapa mereka tidak langsung menghubungi Yesus?

Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: 'telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan'. Yesus tidak menjawab pertanyaan. Atau memang teks ini penggabungan saja, dan bukannya peristiwa yang berkelanjutan.  Sepertinya waktu sudah habis, tidak ada waktu lagi untuk berjumpa. Sekarang adalah saatNya Yesus dimuliakan. Dimuliakan yang bagaimana?  

'Bapa, muliakanlah nama-Mu!', pinta Yesus kepada Bapa. Yesus malah meminta kepada Bapa untuk mempermuliakan diriNya.  Maka terdengarlah suara dari sorga: 'Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!'. Allah Bapa telah mempermuliakanNya, dan sekarang hendak memuliakanNya lagi? Kiranya menjadi pemahaman kita, bahwasannya Yesus selalu dimuliakan oleh Bapa, ketika Dia melaksanakan tugas yang dikehendaki Bapa. Bapa mempermuliakan Anak, dan hal itu disadari Yesus sendiri, bahwasannya Aku datang hanya melakukan kehendak Dia  yang mengutus Aku. Aku tidak melakukan kehendakKu sendiri. Bapa akan memuliakan Dia lagi, karena Yesus hendak melanjutkan dan menggenapi segala kehendak Bapa, yakni menjadi tebusan bagi banyak orang.  

Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.  uara itu ternyata tidak dapat didengar dengan baik oleh orang-orang yang ada di situ. Mengapa? Karena banyak di antara mereka orang cerdik dan pandai, di mana rahasia Kerajaan Allah tersembunyi rapat bagi mereka. Daya tangkap mereka berbeda satu dengan lainnya. Ataupun karena memang keagungan suaraNya benar-benar mematahkan pohon ara sebagaimana dikatakan dalam Mazmur 46. 'Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu'. Karena memang Yesus sendiri tidak memerlukan kesaksian Bapa di surga; melaksanakan kehendak Tuhan Bapa di surga adalah tugas perutusan yang diembanNya, dan 'untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini'. Melakukan kehendak Bapa benar-benar menjadi kesadaran Yesus. Aku datang ke dunia hendak mengungkapkan betapa besar kasih Allah kepada umatNya.

Kalau Yesus mengatakan 'telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan' dan Bapa sendiri menegaskan 'Aku akan memuliakan-Nya lagi!', karena memang Yesus mau menggenapi kehendak Bapa, bukan di atas gunung, melainkan di kayu salib. Sebentar lagi derita dan salibNya akan datang; saatNya akan tiba, karena apa yang dinubuatkan, bahwa Dia akan didera dan dibunuh itu sebentar lagi akan terlaksana. Dan bahkan dari salibNya yang kudus itu, yakni apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku, dan sebaliknya pada saat itu juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar.  Saat Allah mempermuliakan AnakNYa adalah saat penghakiman atas dunia ini.

Yesus terpaku di kayu salib. Dia mati bergantung di kayu salib. Itulah mata kita, tetapi itu bukan mata Tuhan, sebab kematian itu adalah saat Dia menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat manusia; dan Yesus sadar sungguh akan hal itu. Maka dengan tegas, Yesus mengatakan: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah'. Kematian Yesus adalah sebuah kesengajaan Allah untuk menyelamatkan manusia.

Apa yang harus kita buat sebagiai orang-orang yang percaya kepadaNya? Yesus menegaskan:  'barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal'. Seseorang harus berani menghadapi tantangan hidup, bahkan berani rela menyerahkan nyawanya. Seseorang tidak boleh melarikan diri dari kenyataan. Dia tidak berani melakukan segala sesuatu, karena takut. Dia beranggapan tanpa melakukan segala sesuatu, nyawanya tidak terancam dan malah nyaman adanya. Yesus pun mengingatkan:  'barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku'. Melakukan segala sesuatu yang dikerjakan Yesus. Meneladani Dia Seorang, dan bukan yang lain.  'Di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada'.  Melayani Yesus berarti selalu berada bersama Yesus. Ada selalu bersama Yesus. Tidak hanya senang bersama Yesus ketika Yesus berada di gunung Tabor, tetapi juga ketika Yesus berada di Getsemani, memanggul salib kehidupan ini. Namun 'barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa'. Yesus memberikan jaminan abadi kepada setiap orang yang setia kepadaNya.

Paulus merenungkannya dengan berkata:  'sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,  dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya' (Ibr 5: 8-9). Ketaatan Yesus mendatangkan berkat bagi seluruh umat manusia.

Kita sebagai orang-orang yang hidup di jaman sekarang ini pasti tidak mengalami kegelisahan terhadap Yesus Kristus. Bukankah kita telah mendapatkan rahmat pendamaian dari Tuhan Allah sendiri. 'Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka' (bdk Yer 31: 33-34) kiranya ,aoah menjadi peneguhan bagi kita.

 

Oratio :

Ya Bapa, Engkau mengutus PutraMu, Yesus untuk penyelamatan umat manusia. Ajarilah kami agar berani melakukan kehendakMu, sebagaimana Yesus taat dalam melakukan tugas perutusanNya. Agar kelak kamipun ikut dipermuliakan. Amin

 

Contemplatio :

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018