Rabu dalam Pekan Suci, 28 Maret 2018

Yes 50: 4-9  +  Mzm 69  +  Mat 26: 14-26

 

 

Lectio

Malam itu jua pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.  Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.  Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. 

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"  Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. 

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.  Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"  Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."  Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

Meditatio

Malam itu juga pergilah  Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.  Apa yang disampaikan Yesus dalam perjamuan itu 'apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera' (Yoh 13) seakan-akan menjadi peneguhan pada dirinya. Dia langsung pergi dalam bimbingan kuasa kegelapan. Suatu pembiaran dari pihak Allah terhadap kemauan anak-anak manusia.   Yudas berkata: 'apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?'.  Ia mengadakan transaksi dengan mereka; dan tanpa tawar-menawar mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Inilah harga seorang Guru dari Nazaret. Mereka yang selama ini menentang dan melawan Yesus, ternyata menghargai Yesus sebesar itu; atau uang sejumlah itu memang hanya sekedar balas jasa atas kebaikan Yudas Iskariot? Dalam kuasa kejahatan, banyak orang tidak berpikir panjang; yang penting segalanya terpuaskan.  Dan mulai saat juga itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus, walau waktunya amat singkat.  Yudas tidak mampu lagi melihat siapakah Guru yang dipercayainya selama ini. Kepentingan diri telah menyelimuti dirinya, sehingga dia tidak mampu melihat yang baik dan benar, sebagaimana Tuhan limpahkan kepada setiap orang.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: 'di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?'.  Mengapa Yesus tidak berinisiatif mencari tempat untuk merayakan Paskah, bukankah pesta Paskah bukan hal baru bagi mereka? Atau memang baru kali ini mereka hendak merayakan Paskah secara tersendiri sebagai peristiwa monumental? Kapan perayaan akan dilakukan juga belum diketahui mereka; tapi kira-kira pasti malam hari.  Jawab Yesus: 'pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku'. Yesus, bukannya tidak mempersiapkannya, tetapi malah sudah menubuatkannya.  Yesus mengandaikan semuanya telah tersedia adanya. Semuanya bisa dikatakan demikian, karena Yesus mengetahui segala-galanya sebelum semua terjadi.  Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Yesus ternyata telah sendiri mempersiapkan pesta itu.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.  Ketika mereka sedang makan, Ia berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'. Mengapa Yesus tidak langsung terus terang menyebut siapakah dia yang hendak mengkhianati diriNya?  Mengapa Yesus menimbulkan pertanyaan dalam diri para muridNya.  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: 'bukan aku, ya Tuhan?'. Wajarlah mereka bersedih, karena adanya pengkhianatan. Yesus sengaja memperparah kesedihan mereka dengan tidak menyebutkan siapakah dia yang hendak menyerahkan diriNya. Yesus membiarkan perahu sampai hampir tenggelam.  'Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku', tegas Yesus. Apakah para rasul lain tidak mencelupkan tangannya? Ataukah memang tidak ada ritus pencelupan tangan pada umumnya? Yesus memang sudah tahu siapakah yang hendak menyerahkan diriNya ke tangan manusia. Yesus sepertinya tidak berkuasa untuk melarang muridNya itu tidak setia kepadaNya. Kenapa?  Karena 'Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia', Yesus sadar, bahwa segala sesuatu yang tersurat tentang diriNya akan dilakukanNya. Itu memang kehendak Allah. Dia datang hendak memenuhi kemauan Allah untuk menyelamatkan manusia.  'Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi' (Yes 50: 6). Kerelaan hati seorang Yesus yang pernah disampaikan Allah sendiri melalui nabi Yesaya. Dia datang dan rela menderita untuk umatNya.

'Akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan', tambah Yesus. Kalau memang itu kehendak Allah mengapa Yesus mengutuki dia yang hendak menyerahkan dirinya? Bukankah semuanya harus terjadi? Apakah semuanya itu bisa dipahami, bila yang menyerahkan diriNya bukanlah orang yang mengikuti diriNya, bukan orang yang dikasihiNya? Atau teks ini adalah tambahan redaksi dalam Gereja perdana?

'Bukan aku, ya Guru?',  kata Yudas, yang hendak menyerahkan Dia. Mengapa Yudas tiba-tiba berkata demikian? Apa memang dia sudah berencana jauh-jauh sebelumnya? Atau baru saja ketika dia mencelupkan  tangan dalam pinggan bersama Yesus, karena pada saat itu juga kuasa kegelapan merasukinya seperti dikatakan  penginjil Yohanes? (Yoh 13: 27). Kalau Yesus berkata: 'engkau telah mengatakannya', benar-benar hendak mengamini segala yang tersurat dalam Kitab Suci.

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, mungkin kamipun tanpa kami sadari pernah merugikan orang lain, hanya karena keinginan untuk kesenangan ataupun kemenangan diri. Maka melalui InjilMu hari ini kiranya mengajar kami agar tidak mudah tergoda hal-hal yang akhirnya membawa kami pada kebinasaan. Terima kasih ya Yesus. Amin

 

Contemplatio :

Pertama, 'pergilah ke kota kepada sseseorang dan katakan kepadanya: pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku'. Perkataan Yesus ini benar-benar menegaskan, bahwa Yesus telah mempersiapkan segala sesuatu, termasuk pesta Paskah. Paskah secara liturgis hendak dilakukan sebagai wujud nyata dari Paskah darah yang hendak dilakukanNya bersama-sama umatNya. Antisipasi Maria meminyaki Yesus dengan minyak narwastu amatlah pribadi, tidaklah demikian dengan perjamuan malam yang hendak diadakanNya. Yesus melibatkan semua orang yang ambil bagian di dalamnya guna mendapatkan keselamatan. Tepatlah kalau Gereja melihat Perayaan Ekakristi sebagai puncak perayaan iman.

Kedua, 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'. Yesus menyatakan kebenaran, bahwa dalam komunitas sesuci apapun keinginan inderawi amatlah kuat. Kemauan untuk berpantang dari aneka kecenderungan insani tentunya amatlah penting. Dia yang menyerahkan Yesus anak seorang yang dikasihiNya.

Ketiga, hendaknya kita tidak mudah menjual dan mematikan orang lain hanya untuk kepentingan diri sendiri. Tigapuluh perak adalah uang yang diterima Yudas demi kepuasan diri. Dia membinasakan sesamanya. Dia menutup dirinya beroleh keselamatan.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010