Rabu Pekan Prapaskah II, 7 Maret 2018

Ul 4: 1-9 + Mzm 147 + Mat 5: 17-19

 

Lectio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

Meditatio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'. Yesus tidak meniadakan hukum Taurat. Dia hanya menggenapi segala yang dinubuatkan oleh para nabi. Bagaimana dengan gigi ganti gigi, dan mata ganti mata? Bagaimana dengan mengasihi sesama dan membenci musuh? Hukum itu bukannnya ditiadakanNya, tetapi Yesus tetap menganjurkan untuk berani melakukan yang terbaik dalam hidup ini. Yesus mengajak kita semua menjadi putera-puteri Bapa di surga yang menerbitkan matahari untuk orang baik dan jahat, dan menurunkan hujan bagi orang benar dan salah.  'Karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. Bukankah memang kehendak Allah sendiri yang tersurat dalam hukum Taurat? Bumi dan segala isinya tidak mampu mendahului kehendak dan kemauan Tuhan, demikian juga kita umat manusia. Bukankah peristiwa hari senin kemarin, ketika Yesus dibawa ke tebing dan Dia berbalik ke tengah-tengah mereka yang hendak membunuhNya, mereka semua berdiam diri dan tak mampu menangkap Dia?  

'Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Meniadakan hukum Tuarat berarti melawan dan mengabaikan perintah Tuhan, karena memang yang disampaikan oleh Musa adalah sabda dan kehendak Tuhan sendiri. Kalau Yesus hendak menggenapi hukum Taurat, karena memang Yesus adalah Sabda Allah sendiri, yang tak mungkin salah, dalam penyampaiannya sebagaimana yang dilakukan Musa dan amat terikat oleh jamannya. Mengabaikan sedikit saja kehendak Allah membuat orang tidak sempurna, karena itu dia akan menjadi terendah dalam Kerajaan Allah, sebaliknya orang yang melakukan semua kehendak Allah dengan segenap hati dan budinya, dia akan menjadi orang yang mempunyai tempat tinggi dalam Kerajaan Allah. Mereka adalah saudara dan saudariKu, yakni mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga.

'Sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya' (Ul 4: 1.5). Segala ketetapan yang telah disampaikan Musa menjadi pedoman bagi setiap orang untuk masuk tanah terjanji, demikianlah juga segala perintah Tuhan menjadi pedoman bagi setiap orang yang hendak masuk dalam Tanah Terjanji, yakni KerajaanNya yang mulia.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau menghendaki kami mentaati dan melakukan kehendak Bapa di surga dengan segenap hati dan budi kami. Agar kami dapat menjadi saudara saudariMu dan mendapatkan tempat tinggi dalam kerajaan surga. Teguhkanlah iman kami selalu ya Yesus. Amin

 

Contemplatio

'Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'.

 










Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018