Rabu Pekan Prapaskah IV, 14 Maret 2018

Yes 49: 8-15 + Mzm 145 + Yoh 5: 17-30

 

 

Lectio

Ketika orang-orang hendak menangkapNya Yesus berkata: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga." Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku".

 

Meditatio

Ketika orang-orang hendak menangkapNya Yesus berkata: 'Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga'. Yesus terus berkarya, walau mengalami perlawanan dan penolakan dari orang-orang yang dikasihiNya, sebagaimana yang baru dikerjakanNya pada hari Sabat terhadap orang sakit di tepi menara Siloam. Mendengar penyataanNya ini orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Orang-orang pada waktu itu begitu memahami relasi bapa-anak; sepertinya mereka menyadari bahwa keberadaan anak menghadirkan bapa; anak itu adalah bapa itu sendiri; maka amatlah sulit mereka memahami dan dianggapnya penghojatan kalau Yesus memanggil Allah sebagai BapaNya.

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak'. Yesus sebagai Anak, bukan saja meniru apa yang telah dikerjakan Bapa, melainkan karena Dia memang mampu dan harus melakukanNya, karena Allah sendiri memintaNya. 'Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran'. Yesus tidak hanya diberi kemampuan mengadakan aneka mukjizat, tetapi malah pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi, karena memang anak dalam Bapa, dan Bapa dalam Anak.

Pekerjaan itu, 'seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya'. Dalam karya pelayananNya, Yesus sempat membangkitkan anak Yairus, Lazarus, pemuda Nain; yang semuanya dilakukan karena memang Dialah Allah yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya.

'Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa, sebaliknya barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia'. Penyataan Yesus ini benar-benar menunjukkan betapa besar kuasa Allah Bapa diserahkan kepada Anak. Namun bagaimana penghakimanNya? Yesus menegaskan: 'Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku'.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup'. Mengamini sabda dan kehendak Tuhan orang akan mengalami hidup yang sebenarnya, karena memang hidup adalah milik Dia sang Empunya kehidupan ini. 'Sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri'.  Mendengarkan perkataan dan kehendakNya berarti seseorang akan membiarkan dirinya dibimbing oleh Dia yang kudus. Dalam bimbinganNya, pasti seseorang mengalami hidup yang penuh sukacita dan berkepanjangan selalu.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup'. Bagaimana hal itu akan terjadi, kita tidak mengetahuinya. Allah sendiri yang mengaturNya. Tentunya mereka adalah orang-orang yang percaya kepadaNya, bahwasannya mereka dalam perjalanannya di dunia ini tidak akan mengalami kematian untuk selama-lamanya. Yesus menambahkan: 'janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum'.  Bagaimana semuanya itu terjadi, kita serahkan kepada Tuhan Bapa di surga. Kita hanya berharap dan berharap, sembari berpikir secara realistis dalam hidup ini.

Semuanya itu terjadi hanya kasih karunia Tuhan Allah. Kita tidak perlu memikirkannya bagaimana semuanya bisa terjadi, karena memang semuanya terjadi di luar kemampuan kita, dan bahkan Paulus juga mengingatkan, bahwa kita diselamatkan itu bukan karena jasa-jasa dan kebaikan kita, melainkan semata-mata karena kasih karuniaNya (Ef 2). KasihNya tak terbatas, bahkan kalaupun ada seorang ibu yang berani melupakan anak kandungnya sendiri, tidaklah demikian dengan Tuhan sang Empunya kehidupan ini (Yes 49: 15)

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau adalah putra Allah yang datang untuk menyelamatkan umat manusia. Kami percaya ya Yesus, bahwa hanya melalui Engkau ada keselamatan. Maka bantulah kami agar semakin berani mendengarkan dan melakukan kehendakMu. Amin

  

Contemplatio

'Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018