Rabu Prapaskah V, 21 Maret 2018

Dan 3: 14-20  +  Mzm  +  Yoh 8: 31-42

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu." Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku".

 

Meditatio

Suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: 'jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu'. Tinggal dalam firman memang berarti melakukan apa yang dikehendakiNya, sebab jika tidak demikian, dia akan meninggalkan firman dan mengabaikannya. Firman itulah juga yang membuat kita mengenal kebenaran, sebab memang Dialah Kebenaran dan Hidup, yang akan membebaskan kaum manusia dari kuasa dosa dan memungkinkan setiap orang untuk menikmati  keselamatan daripadaNya.  Jawab mereka: 'kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: kamu akan merdeka?'. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksudkan Yesus.  Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa'. Orang yang terkungkung itulah seorang hamba; termasuk kalau kita terkungkung dosa tebal  yang menyelimuti dan membungkam diri kita. 'Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka'. Kedatangan Yesus, sang Empunya kehidupan, yang hanya menghendaki agar umatNya selamat, menyelamatkan setiap orang, dan khususnya mereka yang  mau menikmatinya. 'Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku, karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu'. Sia-sialah dan keturunan seorang nabi memang tidak menentukan seseorang selamat, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga, dialah yang akan masuk dalam Kerajaan Allah, tegas Yesus.

'Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu', tegas Yesus. 'Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah'. Kita memang berbeda; kamu dari bawah dan Aku dari atas. Jawab mereka kepada-Nya: 'bapa kami ialah Abraham'. Sahut Yesus kepada mereka: 'jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri'. Mereka semua mengaku-aku sebagai putera-putera Abraham, tetapi tidak melakukan apa yang dilakukan Abraham. Mereka tidak beriman sebagaimana Abraham telah percaya kepada kehendak Tuhan Allah. Mereka hanya bangga sebagai marga atau fam dalam silsilah Abraham.

Jawab mereka: 'kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah'. Entah apa maksud mereka berkata-kata seperti ini. Apakah mereka merasa mengenal Allah sebagai Bapa mereka? Bukankah mereka pernah menolak Yesus yang pernah menyebut Allah sebagai BapaNya? Kata Yesus kepada mereka: 'jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku'. Yesus benar-benar membuat mereka tidak berkutik. Yesus mengejar dan mengejar kebenaran yang mereka bangga-banggakan, padahal kebenaran mereka itu adalah kemunafikan diri. Mereka bangga akan silsilah keturunan, jabatan dan nama, tetapi tidak menghayati yang mereka miliki dan banggakan itu.

'Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka' (Dan 3: 28). Seorang Nebukadnezar percaya akan kekuatan Allah yang mendampingi Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Seorang yang tidak mengenal Allah berani mengakui kasih dan kekuatan Allah, seharusnya orang-orang Yahudi yang memang telah terpilih menjadi bangsa pilihan umat Allah yang kudus. Tentunya kita juga orang-orang yang telah menikmati tebusan keselamatan yang telah dikerjakan Yesus. Seharusnya kita lebih percaya dan berserah diri kepada Yesus Tuhan.

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar semakin dapat memahami sabdaMu, bahwa Engkaulah Allah yang turun ke bumi demi keselamatan manusia. Berani melakukan kehendakMu yang mencerminkan kami sebagai anak-anakMu. Amin

 

Contemplatio :

'Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018