Selasa Pekan Prapaskah II, 6 Maret 2018

Dan 3: 25-43 + Mzm 25 + Mat 18: 21-35

 

Lectio

Pada waktu itu datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu'.

 

Meditatio

'Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?', Tanya Petrus kepada Yesus Tuhan. Mengapa dia bertanya seperti itu? Apakah dia sudah capek mengampuni dan mengampuni sesamanya? Yesus berkata kepadanya: 'bukan! Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali'. Kita harus mengampuni dan mengampuni terus menerus tiada henti. Mengapa kita harus terus-menerus mengampuni?  'Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya', tegas Yesus. Pengampunan terhadap sesama ada kaitannya dengan Kerajaan Surga.  'Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu'.

Mengampuni atau memaafkan itu memang kewajiban bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Bapa di surga. Kita diminta untuk berani memaafkan kesalahan sesama, sebab memang kita telah diberi banyak oleh Tuhan, kita telah mendapatkan banyak rahmat pengampunan, bahkan rahmat penebusan telah kita terima, maka baiklah kalau kita berani berbagi kepada orang lain. Mengampuni atau memaafkan atau wujud ucapan syukur seseorang kepada Tuhan. Orang yang benar-benar berjiwa murah hati terwujud sungguh dalam mengampuni sesamanya. Apalah artinya kita menyimpan salah dan dosa orang lain dalam hati dan budi kita; malahan akan menjadi beban berat yang mengganggu gerak langkah kita menuju masa depan yang lebih ceria.

'Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu'. Penegasan Yesus di akhir perumpamaan malah mengingatkan kita semua, bahwasannya mengampuni dan mengampuni itu wajib hukumnya bagi setiap orang, sebab Bapa tidak segan-segan menghukum kita kalau kita tidak memberikan pengampunan dan maaf bagi orang-orang yang telah bersalah kepada kita. Yesus mewajibkan memberi pengampunan, karena Dia menghendaki kita menjadi sempurna seperti Bapa di surga sempurna adaNya.

'Kini kami mengikuti Engkau dengan segenap jiwa dan dengan takut kepada-Mu, dan wajah-Mu kami cari. Janganlah kami Kaupermalukan, melainkan perlakukankanlah kami sesuai dengan kemurahan-Mu dan menurut besarnya belas kasihan-Mu. Lepaskanlah kami sesuai dengan perbuatan-Mu yang ajaib, dan nyatakanlah kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan' (Dan 3: 41-43). Permohonan ini tentunya akan terpenuhi kalau kita dengan setia mengikuti Dia dengan segenap jiwa dan dengan takut kepadaNya, dan wajahNya selalu kita cari', sebagaimana kita janjikan sendiri kepadaNya.

  

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami tahu betapa sulitnya untuk mengampuni apalagi mereka yang telah menyakiti kami, tetapi kami mau ya Yesus, agar rahmatMu tercurah bagi kami. Dampingi dan kuatkan kami ya Yesus, kami percaya hanya bersama Engkau kami akan mampu dalam melakukannya. Amin

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali'.














Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018