Selasa Pekan Prapaskah IV, 13 Maret 2018

Yeh 47: 1-9 + Mzm 46 + Yoh 5: 1-16

 

 

Lectio

Pada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

 

Meditatio

Pada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Yesus selalu ambil bagian dalam perayaan-perayaan keagamaan. Bukankah memang Dia seorang Guru? Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Tempat itu pasti mendapat perhatian banyak orang. Bukankah peristiwa-peristiwa penyembuhan selalu mendapatkan perhatian banyak orang sampai sekarang ini? Mukjizat menarik hati banyak orang.

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: 'maukah engkau sembuh?'. Mengapa Yesus menanyakan hal itu? Mengapa Yesus tidak langsung menyembuhkan dia? Mengapa Yesus masih menanyakannya?  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: 'Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku'. Mengapa orang-orang pada waktu itu tidak mau menolong orang satu ini? Tidak adakah kurir-kurir yang bisa dimintai bantuan? Atau tidak adakah seorang dermawan yang rela menyuruh kurir-kurir mengangkat orang lumpuh satu ini? Kata Yesus kepadanya: 'bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah'. Yesus membuat segala-galanya baik adanya. Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Hari yang dinanti-nantikan tiba juga. Mulai hari itu, dia dapat melompat kegirangan dan memuji Tuhan.

Hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: 'hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu'. Akan tetapi ia menjawab mereka: 'Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: angkatlah tilammu dan berjalanlah'. Dari pernyataannya ini menunjukkan orang satu ini tidak bersyukur dan berterima kasih kepada Yesus. Dia sepertinya langsung lari, lupa akan apa yang telah dialami. Orang satu ini sepertinya memang tidak mau tahu terhadap sesamanya. Namun berkat dan kasih Tuhan tidak terhambat oleh kedegilan hati orang-orang yang dikasihiNya.

'Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk', kata Yesus kepada orang yang baru saja mendapatkan anugerah kesembuhan itu. Yesus meminta agar dia semakin berani mendekatkan diri kepada Tuhan dan menaruh perhatian terhadap sesama. Dalam kelemahan dan keterbatasan diri seharusnya malah membuat kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, yang memang kehadiranNya secara nyata dapat dinikmati dalam diri sesama. Kiranya pengabaian terhadap orang-orang dan sesama, sebagaimana dilakukan orang yang baru disembuhkan ini juga mengingatkan kita, bahwa bersandar kepada Tuhan, yang hadir dalam diri sesama kita itu, mengalihkan rahmat dan kasih karunia Allah yang dilimpahkan kepada setiap orang sebagaimana digambarkan dalam kitab Yehezkiel 47: 1-12.

Pada saat itulah orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Lagi-lagi Yesus, Orang Nazaret satu ini; karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. Bukankah Dia sendiri berkata, bahwa tidak akan meniadakan satu iota atau titik dari hukum Taurat? Apakah Yesus akan berkata-kata manakah yang diperboleh dilakukan di hari Sabat, menyelamatkan atau membinasakan orang?

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar semakin berani dalam memperhatikan sesama yang membutuhkan kami sebagai ujud untuk mendekatkan diri dan bersandar kepadaMu. Sebab hanya di dalam Engkau ada keselamatan. Amin

  

Contemplatio

'Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah'.



Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010