Senin Pekan Prapaskah II, 5 Maret 2018

2Raj 5: 1-15 + Mzm 42 + Luk 4: 24-30

 

Lectio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

 

Meditatio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya'. Mengapa? Apakah karena banyak orang mengetahui latar-belakang nabi itu? Apakah Yesus di luar Nazaret mendapatkan banyak perhatian orang? 'Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri, tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu'. Sebuah perbandingan yang sepertinya amat menyakitkan banyak orang yang mendengarkanNya. Dan seharusnya mereka bangga kalau mereka semua membaca pengalaman Elisa menjumpai Naaman, yang menegaskan: sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi, tidak ada Allah kecuali di Israel (2Raj 15: 15). Mereka seharusnya bangga dengan pengungkapan Naaman akan keberadaan mereka sebagai umat Israel. Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu, tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. Siapakah yang mengusir Yesus, apakah kaum Farisi dan para ahli Taurat? Bagaimana dengan banyak orang yang menganggap Dia sebagai Nabi? Aneh juga, mereka mendorong Yesus sampai ke tebing jurang, tetapi ketika Yesus lewat di tengah-tengah mereka, mereka berdiam diri. WaktuNya belum genap, saatNya belum tiba. Yesus datang ke dunia, bukan untuk mengalami kematian yang dipaksakan manusia, melainkan dengan rela Dia mau menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi banyak orang.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau datang tidak hanya untuk keselamatan sekelompok orang yang menjadi pilihanMu, tetapi Engkau datang untuk setiap orang yang mau mendengarkan dan melakukan kehendakMu. Kami bersyukur kepadaMu ya Yesus, kalau kamipun menjadi orang-orang yang ikut menikmati keselamatan dariMu. Amin

 

Contemplatio

'Pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu'.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet