Senin Pekan Prapaskah IV, 12 Maret 2018

Yes 65: 17-21 + Mzm 31 + Yoh 4: 43-54

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus berangkat ke Galilea, sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. Maka setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.

Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus berangkat ke Galilea, sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. Kesaksian Yesus selain berdasarkan pengalamanNya memperhatikan orang-orang Nazaret, tentunya juga berdasarkan kemampuan ilahiNya yang mengenal isi hati setiap umatNya. Perlawanan dari orang-orang yang dikasihiNya tidak memberhentikan kasih Allah dalam menyapa terus umatNya.

Maka setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu. Apa yang dikatakan Yesus benar, bahwa Dia Nabi diterima oleh banyak orang, yang bukan berasal dari kampungNya; walau tak dapat disangkal, tidak semua orang menerima Yesus seperti mereka.  Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Kenapa Yesus kembali ke kota Kana? Apakah Dia hendak merasakan adanya penyambutan meriah sebagaimana yang pernah dilakukan di sana? Masihkah Yesus membutuhkan pujian seperti itu? Atau, sekali lagi Yesus hanya ingin membuktikan bahwa seorang nabi diterima di daerah yang bukan asalnya? Di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Hati seorang bapa terhadap anaknya, inilah yang diwujudkan dalam peristiwa ini. Seorang bapa begitu menaruh perhatian terhadap anaknya. Dia berjalan jauh tentunya, dari Kapernaum ke Kana. Dia meminta Yesus datang ke rumahnya. Dia tidak seperti perwira yang hanya meminta Yesus mengatakan sesuatu bagi pegawainya yang sakit, karena memang perwira itu merasa tidak pantas menerima Yesus di rumahnya. Maka kata Yesus kepadanya: 'jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya'. Iman orang-orang pada waktu itu sepertinya sebatas pada iman-tanda, mereka percaya kalau ada bukti dan tanda-tanda yang diberikan Tuhan. Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: 'Tuhan, datanglah sebelum anakku mati'. Pegawai istana ini meminta dan meminta kepada Yesus. Dia yakin, bahwa Yesus mampu menyembuhkan. Dia menyebut dan memanggil Yesus sebagai Tuhan, dan bukan Guru.

'Pergilah, anakmu hidup!', kata Yesus kepada pegawai istana itu, dan orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Hebat juga memang iman orang satu ini. Dia meminta Yesus datang, tetapi dalam kata-kataNya saja yang penuh kuasa dan wibawa, dia percaya. Pegawai satu ini akhirnya tidak memerlukan tanda dalam percaya kepada Tuhan. Apakah karena teguran Yesus: 'jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya', pegawai istana itu berubah sikap? Bisa tidak, bisa ya. Kita tidak tahu isi hati orang, hanya Yesus Tuhan yang mengetahuinya. Namun tak dapat disangkal, sabda dan kehendak Tuhan telah mengubah hidup orang satu ini. Yesus telah membuat segala-galanya baru, sebagaimana yang dirindukan pegawai istana itu. Kutipan Yesaya: 'sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang pun tidak' (Yes 65:18-19) Sungguh terpenuhi dengan kedatangan Yesus. Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat dan kitab para Nabi, melainkan untuk menggenapinya. Yesus membuat semua umat bergembira dan bersorak-sorai, dan merasakan sukacita dari Tuhan Allah sendiri.

 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: 'kemarin siang pukul satu demamnya hilang'. Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: 'anakmu hidup'. Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Tanda-tanda adalah peneguhan bagi iman kepercayaan, dan kiranya bukan beriman dan percaya, karena tanda. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

  

Oratio

Ya Yesus Kristus, sabdaMu hari mengajarkan kami, bahwa percaya kepadaMu tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi seisi rumahpun terselamatkan. Terima kasih ya Yesus, atas rahmatMu ini. Amin

 

Contemplatio

'Anakmu hidup'.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018