Kamis dalamPekan Paskah II, 12 April 2018

Kis 5: 27-33  +  Mzm 34  +  Yoh 3: 31-36

 

 

Lectio

Kata Yesus kepada Nikodemus: 'siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.  Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu.  Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.  Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.  Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya'.

 

Meditatio

'Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi', tegas Yesus. Sungguh benarlah dan dapat dimengerti, kalau banyak orang sulit memahami sabda dan kehendak Yesus, Anak Manusia ini.  'Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya'. Asal usul membedakan segalanya. Kiranya orang-orang Nazaret ada benarnya juga, bila mereka meragukan Yesus. Sebab darimana semuanya itu diperoleh? Bukankah yang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa Dia itu Anak Yusuf dan Maria, dan saudara-saudariNya ada di tengah-tengah kita? Mereka meragukan Yesus, karena mereka tidak sampai berpikir, bahwa memang Dia bukan Orang Nazaret asli. Dia hanya tinggal di Nazaret, karena tugas perutusan yang diembanNya. Kemanusiaan Yesus malah menyulitkan banyak orang menerima Dia.

'Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu'. Kenapa? Karena kesaksianNya mengatasi akal budi manusia. Namun barang siapa percaya kepadaNya, 'barangiapa menerima kesaksian-Nya itu, itu berarti bahwa ia mengaku: Allah adalah benar'.  Percaya kepada Yesus berarti percaya kepada Allah, 'sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas'. Allah ada dalam Dia, karena memang Dia adalah Allah. Yesus bukanlah sembarang Utusan Allah. Roh Allah ada padaNya.  'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang' (Luk 4: 17-19), tegas Yesus sendiri kepada semua orang yang mendengarkanNya.

'Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu'.  Kata-kata inilah yang diucapkan juga oleh para murid dalam menyatakan siapa Kristus yang mereka percayai dan wartakan itu. 'Kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia. Sebab Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa' (Kis 5: 31-32). Setiap orang yang percaya kepadaNya dipanggil juga menjadi saksi-saksi segala yang dilakukanNya, sebab menang Dialah kehidupan dan keselamatan.

'Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya'. Benarlah, bila di lain kesempatan akhirnya Yesus berkata barangsiapa melihat Aku, melihat Bapa. Mengapa? Karena segala sesuatu telah diserahkan kepadaNya; dan Roh Allah sendiri ada padaNya. Namun mengapa Yesus mengatakan bahwa barang siapa yang tidak taat murka Allah tetap padanya, bukankah semuanya itu adalah hukuman yang memang telah dipilihnya? Bukankah mereka lebih menyukai kegelapan, sehingga segala yang dilakukan tidak kelihatan?

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kiranya kami yang telah Kau panggil menjadi anak-anakMu juga berani menjadi saksiMu, mau berkorban dengan memberikan waktu dan hidup dalam tugas pelayanan kami masing-masing. Kelak kamipun menikmati hidup kekal bersamaMu. Amin

 

Contemplatio :

Pertama, 'siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi', tegas Yesus. Yesus membedakan seorang dengan lainnya. Orang yang berasal dari bumi pun pada akhirnya dapat naik ke surga, dan mampu mengatasi segala persoalan hidupnya dengan baik, karena telah menyatukan diri dengan Dia yang berasal dari atas. Semua dimungkinkan, karena kepercayaan kepada Dia yang datang sebagai Anak Manusia.

Kedua, 'barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya'. Percaya kepada Anak berarti percaya kepada Allah, karena memang Dialah Allah yang menjadi manusia. Dia datang, karena hendak menyatakan betapa besar kasih Allah kepada umatNya. Tepalah kalau kita semakin percaya kepadaNya, agar semakin merasakan keselamatanNya.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis