Kamis Pekan Paskah IV, 26 April 2018

Kis 13: 13-35  +  Mzm 89  +  Yoh 13: 16-20

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.  Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.  Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.  Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'.

 

Meditatio

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya'. Apa maksudnya Yesus berkata demikian? Kiranya berkaitan dengan perikop sebelumnya, bahwa Bapa lebih besar dan mulia dari Dia yang diutusNya, walau memang tak dapat disangkal Anak ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Anak. Yesus berkata demikian kiranya hanya ingin menegaskan bahwa segala yang dilakukan adalah kehendak Bapa yang mengutusNya. Dia tidak berkata dari diriNya sendiri, hanya kehendak Bapa yang menjadi pekerjaanNya.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'. Yesus memberi jaminan bahwa mereka yang diutusNya adalah orang-orang yang berkenan kepadaNya, tetapi lebih dari itu, bahwasannya Allah akan bersabda melalui orang-orang yang diutusNya. Dia tidak akan berteriak dari surgaNya yang kudus, melainkan cukup melalui orang-orang yang diutusNya, yakni mereka yang membacakan Kitab Suci, mereka yang mewartakan sabda Tuhan, dan mereka yang menjabarkan iman kepercayaannya dalam hidup sehari-hari. Maka dengan menerima dan mendengarkan mereka, berarti mendengarkan Dia sendiri yang bersabda.

Yesus mengutus para muridNya, karena memang Dialah telah memilih mereka; dan mereka adalah milikNya.  'Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya'. Yesus berkata demikian, karena Yesus tahu bahwa ternyata tidak semua muridNya sadar akan keterpilihan diri mereka. Berbahagialah mereka yang melakukan segala kehendakNya. Hanya saja mengapa Yesus berkata: 'bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih?'. Bukankah keduabelas murid, Dia sendiri yang memilih? Dan bukankah yang datang kepadaNya adalah mereka yang ditarik oleh Bapa, sebagaimana kita renungkan beberapa hari lalu? Yang pasti, bahwasannya yang dipilih oleh Yesus, bukan saja para Rasul atau orang-orang yang hidup pada jamanNya, melainkan semua orang yang percaya kepadaNya.

Yesus berkata demikian, karena Dia tahu, bahwa 'haruslah genap nas: orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku'. Dia duduk makan bersama sang Guru, tetapi dengan berani dia akan berkhianat kepadaNya. 'Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia'. Aku datang kepada orang-orang milikKu, tetapi mereka menolak dan melawan Aku. KasihNya yang terbuka terhadap setiap orang tanpa terkecuali, tetapi tidak ditanggapinya dengan penuh syukur dan harapan. Namun perlawanan dan penolakan umat yng dikasihiNya tidak membuat Anak Manusia berhenti melanjutkan karya Bapa yang mengutusNya, untuk menyelamatkan seluruh umat manusia.

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, berilah kami kerendahan hati seperti hatiMu, serta semangat untuk melayani bagi  orang-orang yang membutuhkan kami, agar lewat kami, setiap orang dapat  mengenal dan mengalami kasihMu yang menyelamatkan. Jadikanlah kami pewarta-pewarta sabdaMu. Amin

 

Contemplatio :

Pertama, 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku'. Kehadiran utusan benar-benar meneguhkan setiap orang. Kiranya, minimal harus ada keberanian untuk menerima orang lain, yang seringkali diutus oleh Tuhan sendiri menyapa kita.

Kedua, 'haruslah genap nas: orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku'. Yesus menggunakan segala ketidak-nyamanan hidup untuk menyapa dan menyalamatkan umatNya. Dia sudah tahu akan segala yang hendak terjadi, bahkan yang menolakNya, tetapi semuanya tetap dijalaniNya demi kehendak Bapa yang mengutusNya.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet