Selasa Pekan Paskah IV, 24 April 2018

Kis 11: 19-26  +  Mzm 87  +  Yoh 10: 22-30

 

 

Lectio

Suatu hari sebelum tiba hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.  Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.  Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."  Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.  Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."

 

Meditatio

'Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami', kata orang-orang Yahudi ketika berjumpa Yesus di serambi Salomo di bait Allah, Yerusalem. Pertanyaan menunjukkan adanya kepercayaan mereka pada diri Yesus sang Guru sebagai Mesias, tetapi masih juga ragu-ragu dan bimbang: benarkah Dia ini. Mendengar pertanyaan mereka, Yesus berkata: 'Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya'. Kapan sebenarnya Yesus pernah menyatakan diriNya secara eksplisit?  Memang tak dapat disangkal, Yesus akan mengakui secara jujur di hadapan Pilatus, bahwa Dialah Raja, walau KerajaanNya bukan dari dunia ini? Malah secara tegas Yesus pernah mengatakan: 'apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan Ia, yang telah mengutus Aku, selalu menyertai Aku' (Yoh 8: 28-29). Mereka ragu dan bimbang, karena Yesus tidak pernah menyatakan diri, tetapi yang dilakukanNya menunjukkan bahwa Dia Mesias. Kata-kata: 'siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?' (Mrk 2: 7), sebagaimana mereka ucapkan sendiri tidak mampu membuka hati dan budi mereka.

Namun begitu, Yesus sadar, bahwa mereka tidak percaya kepadaNya. Itu hak mereka. Kenapa?  'Karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku', tegas Yesus. Namun sebaliknya, 'domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'. Semuanya itu terjadi karena Dia, Anak Manusia adalah Gembala yang baik, sebagaimana kita renungkan di hari Minggu Panggilan kemarin.  'Akulah Gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku'. Semuanya, sekali lagi, terjadi karena kehendak Allah yang menyelamatkan seluruh umat manusia.

'Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa'. Penegasan Yesus semakin menyatakan bahwa kuasa untuk menyelamatkan memang telah dimilikiNya, bahkan sepertinya menjadi tanggungjawab Yesus dalam karya penyelamatan ini. Mengapa? Karena 'Aku dan Bapa adalah satu'. Demikian juga bagi siapa yang percaya dalam namaNya, Bapa ada di dalam dia dan menyertainya dalam mewartakan kabar keselamatan, seperti yang terjadi pada murid-murid di Anthiokia, yang benar-benar merasakan, bahwa 'tangan Tuhan menyertai mereka, sehingga sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan'. (Kis 11:20-21)

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, pertajam mata hati kami agar semakin jelas mendengar dan mengikut Engkau, serta berani dalam membagikan kabar sukacita kepada setiap orang, sehingga semakin banyak lagi orang yang percaya kepadaMu dan memperoleh keselamatan kekal. Amin

 

Contemplatio :

Pertama, 'berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami'. Kata-kata ini tentunya tidak terlontar dari mulut kita orng-orang yang percaya kepadaNya. Namun kiranya kita seringkali jengkel dan marah terhadap Tuhan yang tidak langsung mengabulkan setiap keinginan kita. Minimal semuanya ini mengingatkan kita, bahwa Tuhan Allah tidak suka memanjakan orang-orang yang dikasihiNya.

Kedua, 'domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku'. Kawanan domba yang ingin mendapatkan kepuasan tentunya harus mengikuti sang Gembala; demikian juga kita semua tentunya amat mengharapkan pertolongan kasihNya. Kita amini sabda dan kehendakNya.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018