Senin dalam Oktaf Paskah, 2 April 2018

Kis 2: 22-32  +  Mzm 16  +  Mat 28: 8-15

 

 

Lectio

Pada hari itu mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.  Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.  Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." 

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.  Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu  dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.  Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."  Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

 

Meditatio

Pada hari itu juga beberapa perempuan segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.  Mereka merasa gembira karena mendapatkan kepastian tentang apa yang terjadi, yakni sebagaimana dikatakan malaikat kepada perempuan-perempuan itu, bahwa: 'Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Lihatlah tempat Ia berbaring'. Mereka juga ingin berbagi sukacita dengan para murid.

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: 'salam bagimu'. Mengapa Yesus menjumpai mereka? Mengapa Dia tidak menampakkan langsung ketika mereka masuk dalam makam? Apakah mengandaikan adanya persiapan diri bagi setiap orang yang hendak menjumpaiNya?  Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.  Mereka mengungkapkan kerinduan hatinya dan tanda hormat.  Maka kata Yesus kepada mereka: 'jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'. Kabar sukacita yang disampaikanNya pun sama persis dengan yang disampaikan malaikat tadi. Sekali lagi mengapa Yesus perlu langsung menampakkan diri kepada mereka?  

Ketika mereka pulang beberapa orang dari penjaga itu pergi ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Mereka hendak mempertanggungjawabkan peristiwa yang mereka alami di kubur. Mereka sepertinya melihat dan mendengar, mereka mengalami sebatas inderawi tentang peristiwa yang baru-baru terjadi di makam.  Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: 'kamu harus mengatakan, bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur.  Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa'.  Apa yang sebenarnya mereka lihat di kubur? Apakah saat Yesus bangkit dari kubur terlihat oleh mereka? Atau apakah mereka mendengar apa yang dikatakan malaikat tadi kepada perempuan-perempuan itu? Dari mana mereka juga tahu bahwa jenasah Yesus sudah tidak ada dalam kubur? Apakah perempuan-perempuan tadi sudah memberitahukan terlebih dahulu kepada mereka? Atau sempatkah mereka berteriak-teriak ketika melihat jenasah Yesus tidak ada di situ?  Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Dua pihak sama-sama mewartakan. Yang satu mewartakan kabar keselamatan, bahwa Kristus bangkit dan meminta para muridNya kembali ke Galilea; yang lain memberitakan kabar bohong tentang adanya pencurian jenasah. Bila pencurian itu benar, sebenarnya bisa segera dilacak dan dicari tahu di mana jenasah itu disimpan. Bukankah mereka mempunyai prajurit? Bukankah mereka mempunyai kuasa? Namun itulah yang tak dapat disangkal, perpaduan antara kuasa dan uang lebih menarik banyak orang untuk mempercayainya, walau semuanya itu jauh dari kebenaran.

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, seringkali kami ingin menang sendiri dalam hidup ini. Ajarilah kami, ya Yesus untuk memilih yang terbaik dalam hidup ini, terlebih mengingat Engkau telah memberi kami rahmat kebangkitan yang menyelamatkan ini. Amin.

 

Contemplatio :

Pertama, 'pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'. Suatu ajakan Yesus bagi para muridNya untuk menjumpaiNya di Galilea, dimana mereka berada selama ini. Pesan Paskah memang harus dihayati oleh setiap orang di mana mereka berada, bukan di tempat-tempat retret atau ziarah, melainkan dalam kehidupan konkrit di mana kita tinggal dan berkarya.

Kedua, saat itulah kesempatan yang bagus untuk bersaksi, sebagaimana dikatakan Petrus, bahwa kami adalah saksi-saksi kebangkitanNya (Kis 2). Menjadi saksi adalah panggilan dan perutusan kita, karena kita telah mendapatkan rahmat penebusan. Kita bagikan juga terhadap sesama, dan bukannya bersikap tidak mau tahu, sebagaimana dilakukan imam-imam kepala yang membayar para penjaga, bahwa Yesus diambil oleh para muridNya.

 

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018