Senin Pekan Paskah V, 30 April 2018

Kis 14: 5-18  +  Mzm 115  +  Yoh 14: 21-26

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"  Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu".

 

Meditatio

'Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku'. Sebuah penyataan yang benar-benar hendak membuktikan apa artinya mengasihi. Orang-orang yang mengasihi Yesus adalah mereka yang melakukan perintah-perintahNya. Jika berkata bahwa kita mengasihi Dia, tetapi tidak melakukan perintah-perintahNya, kita adalah pendusta (1Yoh 2: 4). Sebaliknya, 'barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya'. Allah akan hadir dan berkarya dalam diri orang-orang yang melakukan kehendakNya, yang mengasihiNya. Dalam bahasa pokok anggur kemarin Minggu orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan berarti tinggal dalam Allah, dan Allah tinggal dalam diri mereka.

Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: 'Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?'. Memang ada bedanya antara orang-orang yang dikasihi dengan dunia, yakni mereka yang mengandalkan kekuatan duniawi ini. Sebagaimana Yesus tidak menghakimi dan menghukum dunia, demikian juga Dia selalu membuka setiap orang untuk datang kepadaNya. Namun sabdaNya sendiri yang akan membedakan mereka. Mendengar pertanyaan itu Yesus menjawabnya: 'jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia; sebaliknya 'barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku'. Apakah boleh yang tidak mengasihi Yesus Tuhan itu kita sebut dunia yang disebutkanNya tadi? Ada baiknya kita tidak menyebutnya seperti itu, karena memang Yesus selalu menaburkan rahmat pertobatan kepada setiap orang; tidak dengan mereka dunia yang memang selalu hanya mencari kebinasaan.

'Firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku'. Sebab bukankah Aku dan Bapa adalah Satu. Akau datang hanya untuk melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku. 'Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu', tambah Yesus. Roh Kudus, Roh yang berasal dari Bapa dan Putera akan melanjutkan segala karya penyelamatan yang telah dikerjakan Yesus. Hidup dalam Roh adalah hidup yang selalu mengamini sabda dan kehendak Tuhan Bapa di surga.

 

Oratio

Ya Bapa di surga, kami bersyukur atas kasihMu kepada kami.  Kiranya kami tidak hanya menjadi pendengar sabdaMu, tetapi mampu menjadi pelaku sabda, dengan melakukan kehendakMu. Kerelaan kami utnuk semakin berani mengasihi sesama, akan membuat  merekapun mengalami kasihMu di dalam hidup sehari-hari. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku'. Kasih Tuhan tampak pada diri orang yang berani membaca kitab suci dan mengamalkannya, dan sebaliknya 'siapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku'. Kalau firmanNya memberi kehidupan mengapa kita tidak membaca dan melakukannya? Sabda Tuhan yang menyelamatkan kita.

Kedua, 'jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia'. Kalau kita dikuasai oleh Allah, betapa bahagianya hidup kita. Mungkinkah kita berkekurangan, kalau kita membiarkan allah tinggal dalam hidup kita?













Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet