Hari Raya Kenaikan Tuhan, 10 Mei 2018

Kis 1: 1-11  +  Ef 1: 17-23  +  Mrk 16: 15-20

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada mereka, para muridNya: "pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."  Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.  Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

Meditatio

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Itulah peristiwa kenaikan sang Al Masih ke surga. Tiada sorak-sorai. Tiada yang menggemparkan.  Dia duduk di sebelah kanan Allah adalah sebuah penyataan, bahwa Dia Yesus, Anak Manusia, adalah Orang yang dipercayai Allah, Yang kepadaNya Bapa berkenan menyatakan kehendakNya, dan Dia Pewaris segala kuasa. Suatu gambaran yang amat historis, sejauh kemampuan manusia menggambarkan.

Allah telah naik diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala (Mzm 47). Yesus naik ke surga diiringi sorak-sorai, penuh sukacita. Kapan semuanya itu terjadi? Itulah yang tersurat dalam Perjanjian Lama, tetapi berbeda dengan kenyataan dalam Perjanjian Baru. Bukankah Markus dalam Injilnya hari ini amatlah sederhana menceritakan kenaikanNya ke surga? Demikian juga dalam Kisah Para Rasul; hanya saja mereka para murid menjadi termangu-mangu ketika Dia terangkat ke surga. Namun inilah ungkapan iman kepercayaan orang-orang Israel yang kiranya menjadi jawaban dan tanggapan kita, ketika mendengarkan sabdaNya. Suatu jawaban yang penuh pengharapan, bahwa Tuhan menjadikan segala-galanya baik adanya; walau tak dapat disangkal kehadiran Yesus tidak pernah menggetarkan dunia. Dia malahan bagaikan batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan. Dia lahir dalam kesederhanaan di palungan. Akhir hidupnya pun disamakan dengan penjahat besar yang harus dihukum mati, dan kebangkitanNya yang amat menentukan itu pun tidak ada seorang pun yang melihatNya. Inilah misteri keselamatan.

Kenaikan Tuhan memberi kepastian, bahwa setiap orang yang percaya kepadaNya akan dibangkitkan di akhir jaman dan akan menikmati kemuliaan surgawi, di mana Dia berada, seperti kemauanNya sendiri, supaya di mana Dia berada kita pun berada bersama denganNya. Atas dasar itulah Paulus dengan berani berkata: Yesus yang telah menjadikan kita 'tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu' (Ef 1: 23) pasti akan menempatkan kita dalam kemuliaan surgawi bersamaNya.

Namun tak dapat disangkal, Dia yang telah terangkat ke surga meminta para muridNya untuk 'pergi ke seluruh dunia, dan memberitakan Injil kepada segala makhluk'. Kabar sukacita harus disampaikan kepada seluruh umat manusia. Kabar sukacita harus disampaikan karena isinya adalah tentang keselamatan. Keselamatan Allah disampaikan kepada umat manusia melalui Injil Tuhan kita Yesus Kristus. Karena itu, 'siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'. Nada perintah ini adalah mewajibkan bagi setiap orang untuk percaya kepadaNya. Jika mereka menolak, kebaskanlah debu yang ada di kakimu, sebagai peringatan atas mereka. Allah menghendaki agar semua orang beroleh selamat.  

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'.  Apakah para murid akan menjadi pembuat mukjizat yang ulung?  Tanda-tanda orang-orang yang percaya kepada Yesus adalah mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku. Mereka akan berani menolak kuasa kegelapan, kuasa yang sering melekat dalam diri manusia, kuasa yang mencari kesenangan diri; saking kuatnya kuasa itu Paulus menyebut sebagai buah-buah daging (Gal 2). Mereka akan juga berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.  Bahasa kasih yang mereka pergunakan dalam berkomunikasi dengan sesama. Mereka berdialog dengan hati yang murni. Mereka menggunakan bahasa-bahasa baru, karena mereka harus berbicara dengan orang-orang yang sebelumnya belum mereka kenal.  Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka. Mereka mampu menjaga diri. Mereka tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari, mereka berani mengambil jarak terhadap segala sesuatu yang dari luar dirinya.  Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. Mereka penuh perhatian terhadap orang yang sakit dan menderita. Mereka mempunyai hati terhadap mereka yang berkekurangan. Inilah kiranya makna yang lebih mendalam dengan kuasa-kuasa yang diberikan Yesus kepada para muridNya, orang-orang yang percaya kepadaNya. Bukan sebatas mukjizat-mukjizat yang diperoleh mereka. Iman kepercayaan kepada Yesus bukanlah iman akan mukjizat tetapi iman akan keselamatan dan siap membagikannya kepada sesama.

Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Tuhan Yesus selalu ada bersama mereka, Yesus tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihiNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, semangatilah kami agar dapat menjadi pembawa kabar sukacita bagi setiap orang yang kami temui, agar semua orang  dapat mengalami keselamatan seperti yang Engkau sendiri janjikan. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Allah telah naik diiringi sorak-sorai. Tuhan telah mengangkasa diiringi bunyi sangkakala'. Konsep kenaikan Tuhan sebagaimana dituliskan oleh pemazmur berbeda dengan tulisan para penulis Injil. Kiranya sabda Tuhan Yesus benar-benar menjadi konsep utama kehidupan konkrit kita, dan bukan yang lain. SabdaMulah Tuhan kebenaran dan hidup.

Kedua, kita semua adalah 'tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu' (Ef 1: 23), maka Yesus pasti akan menempatkan kita dalam kemuliaan surgawi bersamaNya. Bukankah Dia telah mengatakan: Aku ingin di mana Aku berada kamu pun berada bersamaKu? Bukankah Dia Putera sulung kebangkitan, dan kemudian kita akan mengikutiNya menurut urutannya?








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010