Hari Raya Tritunggal Yang Mahakudus, 27 Mei 2018

Ul 4: 32-40 +  Rm 8: 14-17  +  Mat 28: 16-20

 

 

Lectio

Suatu hari kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.  Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

 

Meditatio

Suatu hari kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Kapan mereka berangkat ke Galilea tidak dijelaskan saatnya, tentunya setelah mereka mendapatkan kabar dari Maria Magdalena. Bukit apa yang dituju juga tidak disebutkan. Namun yang pasti Yesus akan mendahului mereka ke sana. Sungguh, Yesus sudah tiba di sana, dan ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.  Amat dimengerti kalau ada diantara mereka yang ragu-ragu, mengingat baru sekali itu mereka berjumpa dengan Yesus setelah kebangkitanNya dari alam maut. Mereka sepertinya kaget dengan perjumpaaan itu. Sebaliknya, Yesus mendekati mereka dan berkata: 'kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi'. Yesus sadar sungguh akan kuasa yang dimilikiNya. Yesus tahu sungguh, bahwa 'kemuliaan itu Kumiliki di hadiratNya sebelum dunia ada' (bdk. Yoh 17: 5).  

'Pergilah, pertama, jadikanlah semua bangsa murid-Ku'.  Perutusan Yesus untuk seluruh umat manusia semakin dikonkritkan dengan tugas perutusan yang diterima para murid. Mereka diminta tidak hanya kepada bangsa Israel saja sebagai bangsa terpilih, melainkan kepada segala bangsa; malah Markus dalam Injilnya, bukan saja kepada segala bangsa, melainkan kepada segala makhluk. Menjadi murid berarti menjadi orang-orang yang percaya dan mengikuti kepadaNya, menjadi ciptaan yang diperbaharuiNya, dan kembali menjadi milikNya.

Kedua, 'baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus'.  Walau Yesus mempunyai segala kuasa di surga dan di bumi, Dia tidak meminta semua bangsa dibaptis dalam namaNya yang kudus, melainkan dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Karena apa? Karena Dia hanya melakukan kehendak Bapa. Yesus sadar sungguh, bahwa Anak ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Anak, dan kini Dia terus hadir dalam RohNya yang Mahakudus. Dia hadir, dengan tidak mengikatkan diri pada dunia, melainkan dalam RohNya yang kudus.

Ketiga, 'ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu'.  Segala pengajaran yang telah diterima daripadaNya itulah yang harus disampaikan kepada segala bangsa. Segala yang pernah didengar dan dilihat, itulah yang diajarkan para murid. Apakah mereka ingat akan semua yang telah diajarkan Nya? Yesus tidak hanya menyuruh, tetapi juga mendampingi mereka dalam RohNya yang kudus. 'Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman'.  Dia mendampingi para muridNya sampai akhir jaman. Hanya sampai akhir jaman? Ya tentunya. Karena pada saat itulah semua orang selalu berada bersama dengan Dia di mana Dia berada. Mereka akan melihat dan merasakan keadaanNya yang sebenarNya, mereka akan melihat dari muka ke muka.

Bersyukurlah kita orang-orang yang percaya kepada Yesus, yang mendengarkan pengajaran para murid. Sebab dengan menerima pengajaranNya dan membiarkan diri dipimpin RohNya kita menjadi anak-anak Allah, dan sekaligus menjadi ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, sama dengan Kristus, dan juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia' (Rm 8: 14.17).

'Cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi. Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? Atau pernahkah suatu allah melakukan seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? Camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya' (Ul 4). Inilah kata-kata Tuhan sang Pencipta, Bapa yang Mahakuasa itu. Dia yang dahulu menyampaikan sabdaNya, dan menciptakan segala sesuatu dalam sabdaNya (Yoh 1) kini hadir dalam diri Yesus Kristus yang mengikatkan diri dalam ruang dan waktu, yang semuanya itu dilakukan karena cinta kasih Allah kepada kita umatNya (Yoh 3: 16). Setelah kebangkitanNya, Dia yang tak bisa diraba dan tak dapat ditangkap oleh indera manusia itu hadir terus dalam RohNya yang kudus. Dia yang satu dan sama itu tetap menyatakan kehadiranNya dalam Tritunggal Mahakudus. Yesus pun meminta setiap orang menerima baptisan, bukan dalam namaNya yang kudus, melainkan dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, RohMu yang mendampingi kami kiranya memampukan kami untuk berani mengajarkan apa yang telah kami terima kepada orang lain, agar semakin banyak orang mengenal dan mengalami kasihMu di dalam hidupnya. Amin

 

Contemplatio

'Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus'. Yesus tetap meminta baptisan dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, karena menantang setiap orang untuk berani mengakui, bahwa Dia pernah hadir secara nyata dalam sejarah manusia, dan terus menyertai umatNya dalam RohNya yang kudus. Misteri Tritunggal Mahakudus semakin bisa dimengerti seseorang, bila dia mengakui misteri inkarnasi.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010