Kamis Pekan Biasa VIII, 1 Juni 2018

1Pet 4: 7-13 + Mzm 96 + Mrk 11: 11-26

 

 

Lectio

Pada waktu sampai di Yerusalem Yesus masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas muridNya. Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kataNya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-muridNya pun mendengarnya.

Lalu tibalah Yesus dan murid-muridNya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Lalu Ia mengajar mereka, kataNya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!" Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.

Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-muridNya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu".

 

Meditatio

Pada waktu sampai di Yerusalem Yesus masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas muridNya. Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania, sepertinya Dia kembali ke Yerusalem. Entah mengapa Injil hari ini mencatat rinci perjalanan Yesus dari Yerusalem ke Betania, ada maksud tersendiri?

Ketika Yesus merasa lapar, dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Menarik sekali, karena memang bukan musim berbuah, pasti tidak ditemukan buah-buahnya pada pohon itu. Namun kataNya kepada pohon itu: 'jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!'. Mengapa Yesus marah pada pohon itu? Dan murid-muridNya pun mendengarnya, dan mereka tidak seorangpun yang berani memberi komentar terhadap sikap sang Guru.

Lalu tibalah Yesus dan murid-muridNya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Lalu Ia mengajar mereka, kataNya: 'bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!'. Kembali Yesus marah untuk kedua kalinya dalam perjalanan sepintas itu. Dia marah karena banyak orang membuat rumah doa bagi segala bangsa itu menjadi sarang penyamun. Mereka, tentunya bukan saja berjualan guna membantu orang mempersembahkan kurban persembahan, tetapi terselip tindakan kejahatan di dalamnya. Yesus tahu semuanya itu.  

Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya. Mereka takut kehilangan umat yang semakin banyak menaruh perhatian kepada Yesus, Guru dari Nazaret itu. Kebenaran memang menjadi lawan orang-orang yang mencari kepuasan diri. Mereka yang cinta akan kebenaran juga menjadi sasaran empuk bagi mereka yang egois dan mencari kuasa.

Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. Apa mereka kembali ke Betania? Mengapa mereka tidak mencari penginapan di Yerusalem? Yerusalem sepertinya bukan tempat untuk beristirahat. Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-muridNya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: 'Guru, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering'. Pohon itu kering, karena tidak memberikan buah yang diinginkan oleh Yesus. Yesus menjawab mereka: 'percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut, asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya'. Yesus berbicara tentang kekuatan dan makna iman kepercayaan. Dia mengutuk pohon ara sepertinya hanya ingin menunjukkan betapa besar kekuatan iman akan Allah, yang membuat segalanya bisa terjadi. Tidak ada yang mustahil bagi setiap orang yang percaya.

'Karena itu Aku berkata kepadamu', tegas Yesus kepada para muridNya, pertama 'apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu'. Percaya akan belaskasih Allah membuat semangat doa kita semakin berkembang. Iman kepercayaan adalah akar dan semangat dalam berdoa. Kedua, 'jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu'. Yesus meminta kita, para muridNya, untuk selalu mengkondisikan diri sebelum kita menerima sesuatu yang kita harapkan. Ada baiknya kita mempersiapkan tempat sebelum menerima air. Ada baiknya kalau kita rajin berlatih bermain gitar, kalau kita ingin lihai dan mahir dalam bermain gitar. Ada baiknya kalau kita juga berani mengampuni sesama, sebelum kita mendapatkan pengampunan daripadaNya, sebab bukankah segala karunia dan rahmatNya diberikan kepada kita untuk membangun jemaat? Bukankah kita diminta untuk menjadi sakramen keselamatan bagi dunia? Bukankah kita diminta untuk menjadi saluran berkat bagi sesama? 'Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin' (1Pet 4: 10-11).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, tanpa disadari kamipun sering mengotori rumah doaMu dengan sikap kami; kami sering tidak mampu menempatkan diri dalam rumahMu yang kudus. Bantulah kami, ya Yesus, agar mampu menjadi saluran berkat bagi sesama di lingkungan sekitar kami dengan bersemangat dalam doa. Semoga kami setia berkanjang dalam doa. 

Hati Kudus Yesus, kuduskanlah jiwa raga kami; santo Yustinus, doakanlah kami. Amin  

 

Contemplatio

Pertama, 'percayalah kepada Allah, apa yang diminta, asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya'. Ajakan untuk berdoa dan berdoa dengan iman kepercayaan teguh. 'Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu', tegas Yesus. Yesus memberi jaminan untuk berani berdoa dengan kepercayaan kepadaNya yang penuh belaskasih itu.

Kedua, 'bukankah ada tertulis, rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa, tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!'. Kita diajak benar-benar menikmati rumah doa yang telah disediakan. Kita jadikan rumah doa benar-benar sebagai rumah doa, terlebih jiwa raga kita yang adalah baitNya yang kudus.








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010