Rabu Pekan Biasa VII, 23 Mei 2018

Yak 4: 13-17 + Mzm 49 + Mrk 9: 38-40

 

 

Lectio

Suatu hari berkatalah Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."  Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita".

 

Meditatio

Suatu hari berkatalah Yohanes kepada Yesus: 'Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita'. Perasaan ego-sectoral sepertinya menyelimuti jiwa Yohanes, yakni perasaan bahwa kelompok merekalah yang benar dan terpilih, dan tidak boleh kelompok lain menandingi. Yohanes lupa siapakah sang Guru mereka itu. Yohanes belum mengenal bahwa Dialah Tuhan dan Guru umat manusia (Yoh 13). Dialah sang Empunya kehidupan ini. Mendengar pernyataan itu, Yesus menyahut: 'jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku'. Bukankah pelbagai anugerah itu adalah pemberian Tuhan sendiri? Bukankah dia juga mendapatkan anugerah itu, karena pengenalannya akan Tuhan, yang kemungkinan besar berbeda cara pengenalannya dengan kita? Tuhan Allah yang Esa itu dikenal oleh seluruh umatNya dengan cara berbeda yang satu dengan lainnya. Kiranya kita dapat memandang gunung yang satu dan sama itu dari daerah tertentu, berbeda dari daerah lainnya. 'Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita'. Malahan 'jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa' (Yak 4: 17), tegas santo Yakobus dalam suratnya kepada kita. Sebab bukankah anugerah Allah dilimpahkan untuk pembangunan jemaat?

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ampunilah kami yang seringkali tanpa sadar telah menutup diri dan hanya mementingkan kelompok tertentu, bantulah kami agar semakin berani dalam melayani setiap orang yang membutuhkan uluran tangan kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita'. Perasaan ego-sectoral inilah yang sering terjadi juga pada diri kita? Bukankah Allah yang esa memberikan anugerah kepada setiap orang? Tuhan Allah memberikan hujan bagi orang jahat dan baik.

Kedua, 'barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita'. Bukankah kita ini satu empunya Tuhan Allah semesta alam? Bukankah Allah sengaja menciptakan manusia berbeda satu dengan lainnya?

Ketiga, 'jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa' (Yak 4: 17). Setiap orang wajib menjadi saluran berkat bagi sesama, sebagaimana Kristus sendiri.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010