Sabtu Pekan Biasa VII, 26 Mei 2018

Yak 5:13-20 + Mzm 141 + Mrk 10: 13-16

 

 

Lectio

Suatu hari orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

 

Meditatio

Suatu hari orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Sebuah kemauan baik dari orangtua untuk memintakan berkat Tuhan bagi anak-anaknya. Keselamatan harus mereka rasakan juga, sebagaimana kehendak Tuhan semua orang beroleh selamat. Memintakan berkat bagi anak-anak adalah ambil bagian dalam karya penyelamatan. Akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Mengapa para murid melarang mereka? Apakah mereka tidak mau direpotkan dengan keberadaan anak-anak yang seringkali tidak sesuai dengan urusan orang-orang dewasa?

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: 'biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah'. Mengapa anak-anak menjadi pemilik Kerajaan Allah? Tentunya karena mereka tidak banyak mengenal dosa. Mereka malah sering membutuhkan bantuan orang lain untuk mendapatkan kenyamanan hidup. Sikap seperti mereka inilah yang harus kita kenakan dalam relasi kita dengan Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini. Maka untuk itulah Yesus menegaskan: 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya'.

Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Orang yang selalu bertobat dan bertobat, sebagaimana diminta oleh Yakobus dalam suratnya hari ini (Yak 4: 13-17) tidak ubahnya bagaikan anak kecil yang selalu meminta dan minta bantuan dari orangtuanya. Dia merasa tenteram dan damai kalau selalu dalam pantauan dan perhatian kedua orangtuanya. Betapa bahagianya orang yang selalu merasakan perhatian dan kasih Tuhan dalam setiap langkah hidupnya. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Tuhan, sebab dialah empunya Kerajaan Allah (Mzm 49).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sabdaMu hari ini mengajarkan kami untuk selalu rendah hati di hadapanMu, bergantung dan selalu bermohon kepadaMu. Kiranya dalam kesederhanaan hidup ini kami semakin dapat menikmati indahnya kasihMu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, banyak orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Hendaknya kita memberi perhatian kepada mereka yang lemah, sepeti anak-anak. Hendaknya kita mau juga direpotkan banyak orang yang membutuhkan keselamatan.

Kedua, 'biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah'. Sikap membutuhkan Allah hendaknya semakin menguat dalam hidup kita ini. Hidup semakin indah kalau perhatian Allah kita nikmati.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018