Sabtu Pekan Paskah VI, 12 Mei 2018

Kis 18: 23-28  +  Mzm 47  +  Yoh 16: 23-28

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada mereka, para muridNya: 'sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.  Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.  Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.  Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.  Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa'.

 

Meditatio

'Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku'. Sebuah penyataan yang memberi jaminan pasti dalam bermohon. Yesus memberi jaminan seperti itu karena memang Bapa dan Putera adalah Satu. Namun, 'sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku'. Mengapa mereka tidak meminta daripadaNya? Apakah para murid tidak berkekurangan? Kalau mereka selama itu tidak pernah meminta amatlah dimengerti. Mengapa? Karena selama ini mereka selalu bersama Yesus. Adakah bersama Yesus mereka berkekurangan?  'Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu'. Sebuah pernyataan yang tentunya disampaikan kepada kita, bukan hanya kepada para muridNya dahulu. Tentunya kita harus berani memanfaatkannya. Kita harus berani meminta dan meminta daripadaNya. Bukankah Dia juga pernah berkata adakah kamu memberi ular kepada anakmu yang meminta ikan?  Kalau kamu yang jahat tahu memberi yang baik, apalagi Bapamu di surga (Luk 11:13). Ada bersama Tuhan Yesus membuat segala-galanya baik adanya.

'Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu'. Memang tak dapat disangkal, selama ini Yesus selalu memberitakan segala sesuatu dengan perumpamaan. Semuanya dilakukan, karena keterbatasan dan kelemahan daya tangkap mereka para muridNya. Bahkan seperti yang disampaikan oleh Markus dalam Injilnya hari Kenaikan kemarin. 'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh' (Mrk 16). Adakah kata-kata Yesus ini bukan sebuah kiasan yang memang menantang setiap orang untuk berani percaya kepadaNya? Atau adakah semuanya itu harus kita mengerti secara lurus? Atau memang Yesus hendak membuat kita, orang-orang beriman, sebatas aneka mukjizatNya? Apakah masih banyak orang yang mempunyai iman sebatas mukjizat?

'Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku; dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah'. Tuhan Allah tahu akan apa yang menjadi kebutuhan kita umatNya (Mzm 139). Semuanya itu memang pernah dikatakan Yesus sendiri, barang siapa berani tinggal dalam kasihNya, maka Bapa akan datang kepadanya, dan tinggal bersamanya. 'Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia' (Yoh 14: 23).

'Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa'. Sebab hanya Dia yang datang dari Surga, akan kembali ke surga, sebagaimana dikatakanNya sendiri: 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain daripada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia' (Yoh 3: 13). Semuanya itu terjadi dalam peristiwa kenaikanNya ke surga, seperti yang kita rayakan kemarin.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah agar kami semakin berani memohon kepadaMu dan kuasailah kami dengan Roh KudusMu, agar menghasilkan buah-buah Roh dalam setiap tindakan dan peran kami, sehingga sukacita semakin penuh. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu'. Bukan pemberian Tuhan yang menjadi perhatian utama, karena tidakplah sulit bagiNya untuk memberikan segala sesuatu kepada kita, melainkan semata-mata supaya penuhlah sukacitamu. Yesus menghendaki kita penuh sukacita selalu. Namun 'sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku'. Mau minta apalagi memang? Bukankah bersama Tuhan Yesus akan selalu penuh sukacita dan tidak akan berkekurangan suatupun?

Kedua, 'Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa'.  Sebab 'tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain daripada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia' (Yoh 3: 13), tetapi semua orang, tanpa terkecuali, dimungkinkan menikmati kemuliaan surgawi, bila percaya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan ini.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet