Sabtu Pekan Paskah VII, 19 Mei 2018

Kis 28: 16-20 + Mzm 11 + Yoh 21: 20-25

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?" Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu." Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

 

Meditatio

Suatu hari ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: 'Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?'. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?'. Mengapa Petrus bertanya seperti itu tentang murid yang dikasihiNya itu? Apakah Petrus merasa ­ge-er dengan pujian yang diberikan Yesus kepada dirinya? Atau Petrus juga sekedar ingin tahu saja, sebab kemarin Petrus ditanya sampai tiga kali oleh Yesus apakah engkau mengasihi Aku?  Jawab Yesus: 'jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu, tetapi engkau: ikutlah Aku'. Yesus tidak menghendaki kalau seorang murid membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, karena memang setiap orang mempunyai anugerah yang satu berbeda dengan lainnya. Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Para murid sepertinya juga kurang mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan sang Guru; yang mereka perbincangkan salah kaprah, padahal Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: 'jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu'. Orang perlu mendengarkan dengan baik, dan sebaliknya tidak berkata-kata kalau tidak dimengertinya dengan sebaik mungkin; dan tentunya tidak disertai dengan aneka prasangka terhadap orang lain, sebagaimana dilakukan oleh Petrus tadi. Orang yang terpilih pun masih sempat menoleh ke kanan atau ke kiri sebagaimana dilakukan Petrus yang mencari kepuasan diri. Hal serupa sebenarnya dilakukan orang-orang Yahudi terhadap Paulus; mereka melakukan semuanya itu karena kebenaran yang disampaikan olehnya, tetapi akhirnya Paulus siap berhadapan dengan kaumnya sendiri, karena kebenaran yang diakuinya (Kis 28: 20-31).

         Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. Benarlah apa yang disampaikan ini, karena mana mungkin anak ciptaan dan berkata-kata tentang sang Pencipta secara sempurna. Pengetahuan manusia tentang Allah amatlah terbatas.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingi dan bimbinglah kami agar mampu mengenali kebenaran sebagaimana yang Engkau sendiri ajarkan kepada kami. Semoga segala keterbatasan dan kelemahan kami, semakin mendatangkan hujan belaskasihMu bagi kami yang merindukan keselamatan selalu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?'. Mengapa kita mudah mencari tahu tentang orang lain? Sebaliknya kita harus berani membawa kabar sukacita kepada orang lain, tanpa mengurusi privacy seseorang.

Kedua, masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. Pengenalan kita akan Tuhan memang amatlah terbatas, tetapi jika kita membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus, maka kita akan mengenal segala kebenaran, sebagaimana dikatakan Yesus sendiri.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis