Selasa Pekan Paskah VI, 8 Mei 2018

Kis 16: 22-34  +  Mzm 138  +  Yoh 16: 5-11

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?  Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.  Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.  Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;  akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum'.

 

Meditatio

'Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: ke mana Engkau pergi?', tegas Yesus. Mengapa tidak ada murid yang bertanya? Apakah kalau mereka bertanya mengandaikan mereka setuju dengan kepergianNya? Atau memang mereka tidak mengerti apa yang dikatakan sang Guru? Kenapa Yesus harus pergi tidak dijelaskan juga oleh Yesus.  'Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita'. Benar juga memang. Sepertinya para murid tidak bertanya, karena mereka tidak mau ditinggalkan. Adakah seorang murid yang mau ditinggalkan oleh Guru yang mereka sayangi? Atau seorang anak ditinggal oleh orangtuanya?

'Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu'. Sekali lagi, Yesus tidak menerangkan mengapa Dia harus pergi? Mengapa harus mengirimkan sang penghibur, kalau memang Dia mau tetap tinggal di tengah-tengah mereka? Mungkin bagi kita yang telah mempelajari keseluruhan hidup Kristus, bisa mengetahui mengapa Dia harus pergi. Namun bagi mereka pada saat itu, mengapa tidak mempersoalkanNya? Adakah mereka sadar sungguh akan tugas perutusan sang Guru? Yesus tidak membiarkan para murid, kita semua, dalam kondisi sendiri, tanpa pendamping, sebaliknya Roh Penghibur akan mendampingi kita semua.

'Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman', tegas Yesus. 'Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku'; sebab ketidakpercayaan akan Tuhan Allah adalah sebuah dosa. Ketidakpercayaan dan bahkan penolakan terhadap Tuhan adalah sebuah dosa yang berujung pada kematian.  'Akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi', sebab adalah sebuah kebenaran, bahwa Allah menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Dia sengaja masuk dalam sejarah dunia, agar dunia diselamatkan. Dia tinggal untuk sementara waktu, karena Dia yang abadi tidak mau dibelenggu oleh yang fana dan binasa, malah yang dapat binasa itu ditebusNya dengan kematian dan kebangkitanNya. Roh yang satu dan sama itu juga akan mengingatkan 'akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum'. Yang percaya kepadaNya beroleh keselamatan, tapi mereka yang menolak akan mendapatkan hukuman, sebab di luar keselamatan hanya ada kebinasaan. Hanya dalam Allah, ada hidup dan keselamatan. Hukuman itu adalah kebinasaan itu sendiri.

Roh kebenaran yang diutusNya akan mengingatkan semuanya itu, karena memang jauh-jauh sudah disampaikanNya sendiri. Oleh karena berjalannya waktu dan kelemahan insani, setiap orang dapat bertanya-tanya kembali tentang kehidupan dan kebenaran yang pernah disampaikan sang Guru. Roh Kebenaran akan mengingatkan semuanya itu karena Dia adalah Roh Kristus sendiri.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau hadir sebagai manusia demi menebus dosa dan menyelamatkan kami, kini Engkau mendampingi kami dengan Roh KudusMu, agar kami semakin mengerti akan kebenaranMu. Terima kasih, ya Yesus, untuk kasihMu itu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu'. Kehadiran Roh Penghibur adalah kehadiran Tuhan Yesus sendiri yang tidak lagi mengikatkan diri dalam ruang dan waktu. Membiarkan dibimbing oleh Roh Kudus adalah membiarkan diri Yesus tinggal dalam diri kita.

Kedua, 'kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman'. Roh Penghibur mengingatkan kita, agar kita bertobat, dan pada akhirnya bertahan pada kebenaran, karena kebenaran tertinggi adalah Tuhan Allah sendiri. Roh Kudus mengingatkan setiap kita untuk kembali kepada Allah sebagaimana kodrat kita yang tercipta kudus adanya.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet