Senin Pekan Paskah VI, 7 Mei 2018

Kis 16: 11-15 + Mzm 149 + Yoh 15:26 – 16:4

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.  Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.  Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.  Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.  Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu'.

 

Meditatio

'Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku'. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Dia akan bersaksi tentang Yesus, Putera Allah yang hidup, karena Dia adalah Roh Bapa dan Putera yang adalah Satu. Roh Kebenaran akan berkata-kata tentang Yesus, 'tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku', tegas Yesus. Para murid mempunyai tugas yang sama seperti Roh Kudus. Karena apa? Karena para murid, kita semua, adalah milik Kristus, kita telah tinggal di dalamNya, dan secara istimewa para murid wajib bersaksi, karena dari semula bersama-sama dengan Aku. Lalu keistimewaan apa yang kita miliki, sehingga kita pun wajib mewartakan sabda dan bersaksi tentang Dia? Apakah kita benar-benar menikmati kasih Allah? Sebab hanya mereka yang merasakan kasihNya yang menyelamatkan itu akan terdorong selalu berbagi dengan sesamanya.

'Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku'. Yesus berkata demikian, apakah karena ada penyesalan dalam diri murid dengan mengikutiNya?   'Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah'. Yesus malah mengatakan seperti itu, karena Dia mengingatkan betapa beratnya resiko yang akan mereka hadapi dengan kepercayaan mereka kepada sang Kristus. Semuanya harus tetap mereka alami. Mereka harus memanggul salib yang sama beratnya dengan yang dipanggul sang Guru; dan yang melawan serta menentang mereka adalah orang-orang yang menyangka diri mengenal Allah. Adakah Allah berbuat kekerasan terhadap umatNya? Orang-orang yang bertindak keras terhadap sesamanya tidak sesuai dengan sabda Tuhan sendiri, bahwa Dia adalah kasih dan mengajak setiap orang tinggal dalam kasihNya. Membela Allah adalah hanya dengan melakukan perintah-perintah kasihNya. Namun tak dapat disangkal bahwa 'mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku', tegas Yesus. Kiranya semakin tidak layak dan pantas, kalau seseorang rajin berdoa dan mendengarkan sabda Allah tetapi bersikap keras terhadap sesamanya. Pengenalan semacam itu sebatas pengenalan akal budi.

'Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu'. Kenyataan hidup yang akan diterima murid bukanlah hal yang baru. Yesus sudah mengetahui akan apa yang terjadi pada diri mereka, malahan dengan tegas pernah menyatakan: 'jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu', sebagaimana yang kita renungkan hari sabtu kemarin.

 

Oratio

YaYesus Kristus, kami yang telah menerima Roh Kudus sejak pembaptisan, kiranya semakin berani membuka diri, agar karya penyelamatanMu semakin kami rasakan dalam diri kami, terlebih ketika harus menghadapi pelbagai tantangan dan persoalan dalam karya pelayanan hidup sehari-hari. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku'. Karena memang Roh Penghibur itu adalah Roh Allah sendiri, 'tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku'. Kesaksian adalah kesempatan untuk mewartakan bahwa seseorang pernah tinggal dan mengalami kasih Allah. Apakah dengan sembuh dari sakit pilek cukup bagi seseorang menjadi bahan kesaksian tentang kasih Allah kepada dirinya?

Kedua, 'mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku'. Penegasan Yesus akan adanya orang-orang yang merasa diri baik dan benar, tetapi tidaklah demikian adanya. Kebaikan seseorang tidak sebatas maksud baik diri, melainkan sejauhmana seseorang melakukan perintah-perintah kasih Allah, sebab memang Allah adalah kasih.

Ketiga, 'semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu'. Kenyataan hidup orang-orang yang percaya kepadaNya adalah kenyataan hidup untuk selalu memanggul salib, dan bukannya tinggal di gunung Tabor. Salib adalah jalan menuju kemuliaan bersamaNya.

 









Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018