Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus, 8 Juni 2018

Hos 11: 3-4 + Ef 3: 8-12 + Yoh 19: 31-37

 

 

Lectio

Hari wafatNya Yesus adalah persiapan Paskah, dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib, sebab Sabat itu adalah hari yang besar, maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.  Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.  Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.  Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."  Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."

 

Meditatio

Hari wafatNya Yesus adalah hari persiapan Paskah dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib, sebab Sabat itu adalah hari yang besar, maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.  Alasan yang sungguh jelas, hari Sabat adalah hari besar, maka tidak layak memang kalau ada jenazah-jenazah yang bergantung di kayu salib. Pemandangan daerah itu tampak indah bila peristiwa tragis itu tidak ditampakkan. Bukankah memang kita harus menampakkan segala yang indah dan baik adanya? Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus. Mengapa Yesus dilewati terlebih dahulu waktu itu? Mengapa Yesus baru nomer tiga untuk dipatahkan tulang kakiNya? Apakah karena gemparNya Orang satu ini, sehingga harus nomer tiga atau pada bagian terakhir baru dipatahkan tulangNya? Ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakiNya. Apakah kedua penjahat di sebelah kanan dan kirinya belum mati waktu itu? Apakah mematahkan kaki orang-orang yang tergantung di kayu salib itu merupakan proses percepatan proses kematian? Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambungNya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.  Entah kenapa orang itu tiba-tiba melempar lembing ke lambung Yesus? Apakah dia hendak membuktikan bahwa Dia sudah mati atau belum? Kematian harus diperoleh secara pasti dari setiap orang yang disalibkan.  

Orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar. Orang Nazaret ini sungguh telah mati. Dia tahu, bahwa Orang itu telah mati. Tidak ada udara atau hembusan nafas yang keluar daripadaNya. Tidak ada teriakan sakit waktu tertikam lambungNya.  Hanya darah dan air yang keluar. Dia mengatakan kebenaran, sebab memang Orang yang baru saja ditembus lambungNya ini sungguh-sungguh telah mati. Dia membuktikan bahwa Orang Nazaret itu telah mati, supaya kamu juga percaya. KematianNya sungguh terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: 'tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan', dan 'mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam'. Kematian Yesus memang sungguh terjadi. Dia tidak pura-pura mati atau mati-suri karena sakit dan deritaNya, melainkan Dia benar-benar tidak bernafas lagi, karena Dia memang telah menyerahkan nyawaNya. Kematian Yesus telah dipertanggungjawabkan oleh seorang prajurit yang menusukkan lembingnya pada lambungNya; sedangkan kematianNya telah dipertanggungjawabkan Yesus sendiri kepada Bapa yang mengutusNya dengan berkata: 'sudah selesai' (Yoh 19: 30).

Kematian Yesus adalah sebuah penyerahan diri; kurban penebusan Allah yang terlaksana dalam diri Yesus, manusia seperti kita, kecuali dalam hal dosa. Dia tidak dikalahkan, karena dengan rela Dia menyerahkan nyawaNya demi keselamatan seluruh umat manusia. Pada hari raya Hati Kudus Yesus ini, kita diajak untuk semakin memahami bahwa kematianNya, yang disaksikan seorang prajurit tadi, sungguh-sungguh terjadi. Dia benar-benar mempunyai hati terhadap umatNya.  Itulah kasih; dan tidak ada kasih sebesar kasih yang menyerahkan nyawa bagi sahabat-habatNya. Paulus menulis: 'aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah' (Ef 3: 18-19). Kemauan dan keberanian kita untuk memahami belaskasih Kristus menunjukkan keterlibatan kita dalam kematianNya yang menyelamatkan. Kita menyadari betapa besar kasih Allah kepada umatNya, sebab 'Aku ini Allah, dan bukan mnausia. Aku yang kudus di tengah-tengahmu, dan Aku datang tidak untuk menghanguskan' (Hos 11: 9).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dengan wafat di salib menunjukkan kasihMu yang begitu besar dalam karya penyelamatan. Engkau benar-benar memberi hati kepada setiap orang tanpa memandang muka, karena memang Engkau menghendaki semua orang beroleh selamat.

Ya Yesus, kuduskanlah hati dan budi kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah'. Tuhan Allah itu Pengasih dan Penyayang. Dia benar-benar mempunyai hati kepada kita.

Kedua, 'Aku ini Allah, dan bukan mnausia. Aku yang kudus di tengah-tengahmu, dan Aku datang tidak untuk menghanguskan'. Dia datang memang akan menjadi perbantahan bagi banyak orang, tetapi Dia datang untuk memberikan keselamatan bagi setiap orang. Yesus meminta setiap orang untuk berani memilih mana yang menyelamatkan atau tidak.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis