Jumat Pekan Biasa X, 15 Juni 2018

1Raj 19: 11-16 + Mzm 27 + Mat 5: 27-32

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: 'kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'.

 

Meditatio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: 'kamu telah mendengar firman: jangan berzinah, tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya'. Perzinahan memang sudah mulai dan bisa terjadi dalam hati dan pikiran seseorang. Segala tindakan dan perbuatan seseorang mengalir dari dalam hati dan pikiran seseorang. Tindakan itu bisa terjadi, karena seseorang tidak mampu menahan diri atas kecenderungan nafsu yang terus berkobar. Keberanian seseorang untuk mengendalikan keinginannya itu, dan membuat solusi yang menghilangkan kecenderungan jahatnya itu adalah suatu kebajikan cinta kasih yang luar biasa; apalagi apabila dia sadar, bahwa pengendalian diri itu dikehendaki oleh Tuhan Allah sendiri. Kesadaran seseorang, bahwa dirinya sedang berdiri di hadapan Allah, sebagaimana dilakukan oleh Elia (1Raj 19: 11-16), akan selalu menjauhkan dia dari lembah dosa.

Perempuan pun jatuh dalam dosa yang sama tentunya, kalau dia dalam pikirannya menginginkan seseorang lelaki yang bukan miliknya.  

'Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka'. Daripada semuanya ini terjadi, amatlah bijak kalau seseorang, kita semua, berhenti dan tidak mengkonkritkan keinginan jahat itu dalam tindakan konkrit. Tak jarang, tubuh hanyalah kurban dari ketidakmampuan dalam pengendalian diri. Tubuh ini lemah baiklah tetap kita jadikan tempat kehadiran RohNya yang kudus, sebab memang bukankah Tuhan Allah menghendaki tubuh kita menjadi baitNya yang kudus?

'Telah difirmankan juga', lanjut Yesus, 'siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah'. Daya tangkap Matius cukup dipengaruhi oleh dunia patriakhal, sebab dia menangkap perceraian tetap diijinkan, jika perempuan kedapatan berbuat zinah. Perceraian diijinkan, sebab bukankah lelaki lebih berkuasa dan telah menjadikan isterinya sebagai harta yang dimilikinya? Inilah celah hukum yang dilihat oleh Matius. Namun Matius tetap meyakini, bahwa tidaklah boleh terjadi perceraian, sebagaimana kehendak Allah. Menceraikan isteri, selain laki-laki itu melawan kehendak Tuhan, dia juga membuat perempuan itu jatuh dalam dosa.

 

Oratio

Ya Yesus, kami ini lemah, bantulah kami agar berani melawan godaan duniawi yang akan menjauhkan kami dariMu. Dan mampukan kami untuk menjaga kekudusan hati dan budi kami, sebab tubuh ini adalah baitMu yang kudus. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'jangan berzinah, tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya'. Perzinahan sudah dimulai dalam hati dan pikiran seseorang. Perlu radikalisasi dalam pengudusan diri.

Kedua, 'jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka; demikian tanganmu yang kanan jika menyesatkan engkau'. Hendaknya kita menjaga kesucian tubuh, yang adalah baitNya yang kudus. Tubuh ini seringkali kurban dari ketidakmampuan mengendalikan diri.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010