Peringatan Santo Barnabas, 11 Juni 2018

Kis 11: 21-26 + Mzm 98 + Mat 10: 7-13

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu'.

 

Meditatio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. Inilah tugas perutusan yang diterima para murid untuk mewartakan Kerajaan Surga. Kerajaan Surga harus diwartakan, sebab memang 'Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan' (Mat 13: 47). Kerajaan Surga akan menangkap semua orang untuk menikmati keselamatan, dan bukannya untuk dibinasakan. Caranya? 'Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan'. Para murid harus membawa sukacita dan kegembiraan. Mereka semua yang mendengar dan menerimaNya harus merasakan penghiburan dan sukacita.

Kerajaan Surga harus diwartakan, agar setiap orang beroleh keselamatan; sekaligus para murid-murid diajak untuk berani berbagi segala yang telah mereka nikmati, karena hidup bersama Kristus Tuhan. 'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma', tegas Yesus. Bukankah memang rasa syukur dan terima kasih itu dapat kita ungkapkan dengan berani berbagi segala yang kita terima daripadaNya? Bukankah kita juga ingin menjadi saluran berkat Tuhan. 'Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat', supaya mereka tidak disibukkan dengan perbekalan yang mereka bawa. Mereka diminta malahan mengandalkan segala pemberian Tuhan sendiri, yang telah mereka nikmati selama ini, bahkan tentunya keyakinan, bahwa Dia yang mengutusnya itu, akan selalu mendukung dan menyertai mereka masing-masing. Keterpakuan setiap orang akan fasilitas yang dimilikinya, malah membatasi dia dalam berkreasi secara sempurna. Namun kiranya penyertaan Tuhan bagi setiap langkah orang yang mewartakan Kerajaan Surga, tetap menjadi perhatian utama; yakinlah 'seorang pekerja patut mendapat upahnya', kata-kata peneguhan Yesus yang harus kita ucapkan juga bagi mereka.

'Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu'. Para murid diminta untuk berani menerima kenyataan, sebab memang segala kebaikan belum tentu disambut dengan senyuman dan kasih yang sama.

Barnabas seorang yang rendah hati dan penuh didikasi (Kis 11: 21-26), sebagaimana tersurat dalam bacaan pertama, tidak membawa apa-apa dalam karya pelayanannya. Malah dia selalu menampilkan diri sebagai seseorang yang selalu membawa sesamanya kepada Tuhan. Dia pun mengandalkan kehendak Tuhan dengan mengamini segala yang dikehendaki Dia yang mengutusnya.

 

Oratio

Ya Yesus, buat kami agar selalu mengandalkan Engkau dalam setiap aneka kegiatan, bukan semata-mata tergantung pada benda atau materi yang kami miliki, yang memang tak jarang justru kadang membuat kami jatuh dalam dosa, dan berhenti dalam karya pelayanan kami.

Santo Barnabas, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'. Kehendak Yesus ini kiranya kita taati, karena pada saat itulah kita benar-benar menjadi saluran berkat bagi sesama. Semakin kita berani berbagi, semakin banyak pula pemberianNya kepada kita.

Kedua, 'janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, seorang pekerja patut mendapat upahnya'. Aneka fasilitas itu memang amat kita perlukan dalam karya pelayanan, tetapi jangan menjadi tali ikatan yang mematikan.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010