Rabu dalam Pekan Biasa XI, 20 Juni 2018

2Raj 2: 6-14 + Mzm 31 + Mat 6: 1-6.16-18

 

 

Lectio

Bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.  Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.  Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

 

Meditatio

'Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga', tegas Yesus. Hendaknya kita tidak mencari pujian dari banyak orang dalam melakukan segala sesuatu, sebab bila itu kita lakukan, bisa saja pujian dan tepuk tangan akan kita dapatkan, tetapi kita tidak mendapatkan sesuatu pun dari Tuhan Allah. Tuhan tidak memberikan sesuatu kepada mereka yang sudah terpuaskan jiwanya. Kewajiban agama mana yang dimaksudkanNya?

Pertama, 'apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang'. Kedua, 'apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang'. Ketiga, 'apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa'. Inilah aneka kewajiban agama yang banyak dilakukan orang. Dengan melakukan semuanya itu, 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya'. Mereka mendapatkan pujian dari orang-orang yang melihatnya; minimal mereka dikenal sebagai orang-orang yang taat beragama.

Namun Aku meminta kepadamu, pertama, 'jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi'. Kedua, 'jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi'; dan ketiga 'apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi'. Percayalah, 'Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu'.

Apakah maksud kita melakukan segala sesuatu yang baik dan indah? Bersyukurlah selalu, kalau memang kita mampu berdoa dengan khusuk, memberi sejumlah sedekah dan setia dalam berpuasa. Apa motivasi kita melakukan semuanya itu? Sekali lagi, jikalau hanya pujian dari sesama yang kita inginkan, sia-sialah semuanya. Kalau hanya predikat diri sebagai orang baik dan suci yang hendak kita cari, sia-sialah semuanya itu. Yesus mengajarkan cara hidup yang benar sebagai murid-muridNya dalam memberi sedekah, doa dan berpuasa, sebagaimana dikehendaki Allah. Kalau kita melakukannya dengan baik dan benar, maka Bapa di surga akan melihatnya dan membalasnya.

Paulus pun menuliskan kepada kita hari ini: 'camkanlah ini: orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga', maka tentunya kita orang yang telah menerima dengan cuma-cuma dari Allah hendaknya berani juga membagikannya secara cuma-cuma pula (1Kor 9: 6.10-11). Tentunya lebih-lebih kalau kita mengingat, bahwa Allah telah 'memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya' (Luk 11: 13), kita semakin bersemangat dalam berbagi. Namun mengapa Elia mengatakan sulit, ketika Elisa meminta agar 'aku mewarisi dua bagian dari rohmu?' (2Raj 2: 9). Allah tentunya mempunyai maksud tertentu.

 

Oratio

Ya Yesus, mampukan kami untuk berbagi kepada sesama dengan tulus, memberi dengan kesungguhan hati karena sadar bahwa semuanya berkat anugerahMu. Dengan memberi maka kami telah mendapatkan upah dariMu. Terima kasih ya Yesus. Amin

 

Contemplatio

'Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga'. Ajakan Yesus meminta kita untuk mencari yang terindah dalam hidup ini, mencari mutiara indah yang menjadi dambaan hati setiap orang. Kalau kita menginginkan yang luhur dan mulia itu, tentunya kita juga berani memberikan yang terbaik dalam hidup kita ini.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018