Rabu Pekan Biasa X, 13 Juni 2018

1Raj 18: 20-39 + Mzm 99 + Mat 5: 17-19

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

Meditatio

'Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya', tegas Yesus kepada para muridNya. Mengapa Yesus berkata demikian? Apakah Dia dituduh makar dan hendak mengadakan perubahan hukum Taurat oleh orang-orang Farisi, khususnya para ahli Taurat? Apakah sabda bahagia yang baru disampaikan itu mengganggu pendengaran dan kenyamanan banyak orang, karena memang sulit dimengerti? Bila Yesus menyatakan, bahwa Dia hendak menggenapi atau menyempurnakan berarti selama ini ada sesuatu yang kurang dengan hukum Taurat. Apa kekurangan hukum Taurat yang menjadi kebanggaan bangsa Israel, bangsa terpilih itu? 'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. Penegasan Yesus ini hendak menyatakan, bahwasannya hukum Taurat harus tetap dijalankan oleh semua orang. Contoh: semua orang yang membunuh harus tetap dihukum, karena memang egoism diri yang bercokol dan tidak menghormati hak hidup sesama, tetapi kiranya orang yang marah pun juga harus dihukum, agar tidak berkembang sampai pada proses kekerasan. Inilah sikap Yesus yang menyempurnakan, tetapi memang Dia akan menggenapi semua yang tersurat dalam kitab suci itu ketika Dia menyerahkan nyawaNya di kayu salib.

'Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Hukum Taurat adalah hukum Tuhan. Peniadaan hukum Taurat berarti melawan hukum Tuhan; walau tak dapat disangkal, hukum Taurat harus disempurnakan, karena sangat terikat tempat dan jaman tertentu. Hukum cinta kasih yang merupakan hukum pertama dan utama belum ditampakkan secara nyata dalam hukum Taurat. Beberapa point hukum Taurat masih bernada balas budi.  Namun demikian, tantang Yesus yang hendak menyempurnakannya dan mengubah hukum Taurat dan kitab para nabi tidaklah sekasar atau sekeras Elia, seperti yang dilakukannya terhadap nabi-nabi Baal (2Raj 18: 20-39). SabdaNya menjadi tawaran kasih, yang harus dipilih setiap orang untuk menikmatinya, walau Dia sempat mengingatkan agar para murid mengebaskan debu kaki mereka, bila pewartaan Kerajaan surga tidak mereka terima.

 

Oratio

Ya Yesus, dengan wafat di salib Engkau menyatakan kasihMu yang begitu besar bagi umat manusia. Engkau rela berkorban untuk membebaskan manusia dari dosa. Kiranya kamipun semakin berani dalam mengampuni terhadap sesama kami, agar kelak  dapat menikmati Kerajaan Sorga bersamaMu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'. Yesus menggenapinya, karena ketika bergantung di salib, pada saat itulah Dia menarik semua orang datang kepadaNya. Yesus adalah puncak karya penyelamatan Allah.

Kedua, 'siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Hukum Taurat dan kitab para nabi adalah sabda dan kehendak Tuhan Allah yang menyejarah. Mengamini kitab Taurat berarti membiarkan Allah menjabar rencana penyelamatan dalam diri Yesus Kristus.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018

Selasa XXX, 26 Oktober 2010