Rabu Pekan Biasa XII, 27 Juni 2018

2Raj 22: 8-13 + Mzm 119 + Mat 7: 15-20

 

 

Lectio

Pada hari itu Yesus berkata kepada mereka: 'waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka'.

 

Meditatio

Pada hari itu Yesus berkata kepada mereka: 'waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas'. Kita akan mengalami kesulitan memang dalam menghadapi kepalsuan. Kepalsuan membuat kita tidak menemukan kebenaran, dan kita pun tidak dapat melayani orang secara tepat guna. Tentunya kalau kita menghadapi nabi-nabi palsu yang memang mencari kepuasan diri, dan mereka tidak mewartakan kebenaran. Mereka itu adalah serigala-serigala buas yang memang akan menerkam dan memangsa kita. 'Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka', tegas Yesus. 'Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka'.

Namun apakah kita harus menunggu buah-buahnya? Apakah kita baru bisa mengerti setelah kejadian peristiwa? Apakah kita harus menunggu setelah jatuh kurban? Tentunya kita harus bijak dalam mendengarkan segala sesuatu; berani mendengarkan dan merenungkannya. Bukankah kita harus berani belajar seperti Maria yang menyimpan segala sesuatu dalam hati dan merenungkannya? Tentunya doa-doa kita juga akan membuat kita mendengar dan merenungkannya secara benar dan baik.

Namun yaknilah, 'setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api'. Karena Tuhan Allah menghendaki kebenaran dan keselamatan selalu diwartakan di mana-mana. Bukankah Tuhan Yesus menghendaki agar setiap orang selamat, dan jangan binasa?

Kiranya yang terus kita tumbuhkembangkan adalah seperti yang dikatakan pemazmur hari ini: perlihatkalah kepadaku, ya Tuhan, petunjuk-petunjuk ketetapanMu, sehingga semangat pertobatan semakin berkembang dalam hidup kita, sebagaimana dilakukan raja Yosia beserta rakyatnya (2Raj 22: 8-13 dan 23: 1-3), sebab memang sabda Tuhan adalah kehidupan.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berilah kami kebijaksanaan agar dapat memutuskan yang terbaik dalam menghadapi segala sesuatu, terutama ketika dalam memahami sabdaMu dan melaksanakannya sehingga menghasilkan buah seperti yang Engkau kehendaki. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas'. Kita diminta bijak menghadapi segala sesuatu, termasuk dalam berjumpaan dengan serigala berbulu domba. Perhatian utama harus tetap kepada kebenaran.

Kedua, 'setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api'. Inilah hukuman Tuhan Allah bagi setiap orang yang tidak menghidupi kebenaran dan kebaikan.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018