Sabtu Pekan Biasa VIII, 2 Juni 2018

Yud 17.20-25 + Mzm 63 + Mrk 11: 27-33

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus dan murid-muridNya tiba di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.  Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!"  Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?  Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!" Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.  Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

 

Meditatio

Suatu hari Yesus dan murid-muridNya tiba pula di Yerusalem. Yesus kembali masuk ke Yerusalem. Sekali lagi, kenapa Yesus tidak menginap di Yerusalem? Tidak ada lagikah tempat penginapan seperti yang terjadi, ketika Dia hendak dilahirkan Maria? Atau terlalu mahalkah biaya penginapan di Yerusalem sehingga komunitasNya tidak mampu membayarnya? Atau memang benar, di Yerusalem, bukanlah tempat bagi Dia untuk meletakkan kepalaNya? Yerusalem adalah tempat Dia mendapatkan perlawanan dan penyaliban, dan beristirahat untuk sekian lama?  

Ketika Yesus berjalan di halaman bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Mereka sepertinya secara sengaja mendatangi Yesus. Mereka bertanya kepadaNya: 'dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?'.  Mereka ternyata masih mempersoalkan tindakan Yesus yang mengusir para pedagang, yang dianggapNya menjadikan rumah Tuhan sebagai tempat kejahatan, mafia perdagangan. Mengapa mereka tidak langsung menangkap mereka di depan bait Allah pada waktu itu? Mereka sepertinya berani menghadapi Yesus kalau bersama kelompoknya sendiri, dan tidak ada orang lain.  Jawab Yesus kepada mereka: 'Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.  Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!'.  Pandai juga Orang Nazaret ini? Mengapa Yesus membalik mereka dengan sebuah pertanyaan? Dia sang Empunya kehidupan, pasti tahu segala yang menjadi kemauan umatNya. Yesus menantang mereka dengan sebuah pertanyaan yang memang pasti mereka sudah tahu jawabannya, hanya saja mereka tidak berani melakukannya selama ini.

Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: 'jikalau kita katakan: dari sorga, Ia akan berkata: kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?  Tetapi, masakan kita katakan: dari manusia'. Mereka ternyata bingung hendak menjawab, karena posisi mereka sebagai orang-orang yang duduk di kursi Musa berada di ujung tanduk; bukan karena mereka terpojok dan disudutkan oleh banyak orang, melainkan sikap mereka sendiri yang egois dan jauh dari kebenaran. Penolakan terhadap Yohanes adalah penolakan terhadap masyarakat, terlebih-lebih terhadap Tuhan Allah sendiri yang mengutus nabi besar itu. Lalu mereka menjawab Yesus: 'kami tidak tahu'. Mereka pura-pura tidak tahu apa yang harus dikatakan. Mereka menyembunyikan diri, dan mengabaikan kebenaran yang harus mereka akui. 'Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu', sahut Yesus kepada mereka. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi terperangkap oleh sikap dan tindakan mereka sendiri selama ini. Mengapa Yesus tidak menggunakan kesempatan ini untuk menyatakan diri, apa karena kedegilan hati mereka yang tidak mau mengakui kenyataan hidup?

'Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu' (Yud 1: 21-23). Sebuah permintaan dari Yudas agar para murid, orang-orang yang percaya kepada Kristus, bertahan selalu dalam imannya sembari bersaksi bahwa oleh iman mereka dapat hidup dengan penuh kasih.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar berani mengatakan kebenaran dan menikmati kasihMu dengan melambungkan pujian kepadaMu; dan semoga itu semua menjadi kebiasaan keseharian kami. Semoga hidup kami menjadi pujian bagi namaMu, ya Yesus.

Kuduskanlah kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?'.  Pertanyaan inilah yang dilempar orang-orang Farisi dan para ahliTaurat kepada Yesus; dan kita tentunya tidak akan melakukannya. Namun tentunya kita harus makin berani menikmati kuasa kasihNya, dan melambungkan kidung bersama pemazmur jiwaku haus akan Dikau, ya Tuhan, Allahku dalam setiap langkah perjalanan hidup kita.

Kedua, 'peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal; dan tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu'.  Hendaknya kita menjadi saluran berkat bagi sesama.

 





Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018