Selasa Pekan Biasa XII, 26 Juni 2018

2Raj 19: 9-36 + Mzm 48 + Mat 7: 6.12-14

 

 

Lectio

Pada hari itu Yesus berkata kepada mereka: 'jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'.

 

Meditatio

Ada tiga pesan yang hendak disampaikan Yesus kepada para muridNya, kepada kita semua. Pertama, 'jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu'. Untuk apa sebenarnya barang kudus kita lempar atau kita berikan kepada mereka. Tidak wajar kalau kita memberi perhatian berlebihan kepada hewan. Kasih sayang yang diberikan kepada hewan tak jarang menutup perhatiannya kepada sesama. Itulah yang sering terjadi, dan amat disesalkan. Apakah ini judgement?  Sekedar komentar umum yang hendaknya diperhatikan. Namun lebih dari itu, Injil sebenarnya hari ini mengajak kita untuk memberi segala sesuatu secara proporsional, dan sekaligus kita pun bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya. Kalau kita tidak bisa menempatkan diri secara benar, kemauan baik akan mendatangkan perlawanan gencar dalam kehidupan bersama. Apakah mempersangkutkan persoalan agama dalam politik sebetulnya tidak ubahnya dengan penyataan di atas?

Kedua, 'segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka'. Kehendaknya kita berusaha mendahului orang dalam berbuat baik, yang tentunya harus disertai kebijakan hati. Bukankah kita hendak menjadi saluran berkat bagi sesama? Berlomba-lombalah dalam berbuat baik, tetapi kiranya segala kebajikan itu kita persembahkan kepada Tuhan Allah, agar mereka semua yang menjadi perhatian kita itu 'memuliakan Bapamu yang di sorga' (Mat 5: 16), dan bukannya untuk tabungan hidup kita.

Ketiga, 'masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'. Menapaki masa depan memang harus melalui pintu yang sempit. Setiap orang harus berani berjuang dan berjuang dengan setia melalui pintu yang sempit, dan amat melelahkan itu. Masa depan adalah hasil sebuah perjuangan hidup. 'Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya' (Mzm 126).

Tak dapat disangkal memang, setiap doa-doa permohonan kita tidak selalu langsung mendapatkan balasan dari Tuhan Allah. Allah tidak pernah melemparkan aneka mukjizatNya kepada orang-orang yang dikasihiNya. Perahu kita sepertinya dibiarkan dan tenggelam sebagaimana dialami para rasul (Luk 8), ataupun pengalaman Yerusalem yang dibiarkan jatuh dan dikuasai Asyur (2Raja 19). Namun Tuhan tetap menjaga kotaNya sebagaimana dilambungkan pemazmur hari ini juga (Mzm 48).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, apa yang kami miliki semuanya adalah anugerahMu, bantulah kami agar mampu memberi yang terbaik kepada yang membutuhkan sebagai ungkapan persembahan kami kepadaMu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu'. Kita hendaknya menggunakan segala sesuatu sebagaimana mestinya; demikian pula dalam karya pelayanan, hendaknya kita melibatkan the right man in the right place.

Kedua, 'segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka', demikian segala sesuatu yang tidak kita kehendaki, janganlah kita perbuat juga terhadap orang lain. Mari kita berani berbagai kasih.

Ketiga, 'masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya'. Mazmur juga menegaskan barangsiapa menabur dengan bercucuran air mata, akan menuai dengan sorak-sorai.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018