Senin Pekan Biasa XII, 25 Juni 2018

2Raj 17: 5-8 + Mzm 60 + Mat 7: 1-5

 

 

Lectio

Pada hari itu Yesus berkata kepada mereka: 'jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.  Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.  Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.  Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu'.

 

Meditatio

Kebiasaan mudah mencari kesalahan orang lain dalam hidup bersama sepertinya dirasakan Yesus dalam hidup bersama para muridNya. Karena itu, dalam pengajaranNya, Yesus berkata: 'jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi'. Mengapa kita dengan mudah menghakimi sesama kita? Tak jarang, penghakiman yang kita berikan kepada orang lain, bukan untuk mencari keadilan, melainkan untuk memojokkan sesama kita, karena mereka berseberangan dan tidak sesuai dengan pendapat kita. Kita menghakimi orang lain, bukan berdasarkan keadilan dan kebenaran, melainkan egoism dan kepuasan diri. 'Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu', tegas Yesus mengingatkan. Bukankah juga dalam Perjanjian Lama kita diingatkan, apa yang tidak engkau kehendaki dilakukan kepadamu, janganlah engkau melakukannya terhadap orang lain? 'Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.  Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu', tegur Yesus. Yesus mengecam mereka, karena memang mereka hanya mencari-cari kesalahan orang lain, padahal mereka melakukan hal yang sama, malah lebih jahat dari orang-orang yang ditegurnya. Mereka memang orang-orang yang ingin mencari menangnya sendiri. Mereka secara sengaja membangun tembok-tembok yang tinggi dalam hidupnya, agar bisa menyembunyikan diri.

Perumpamaan Yesus ini sungguh menggelikan hati, apakah mungkin balok bisa ada di dalam mata? Yesus bermaksud menyindir mereka yang suka mencari-cari kesalahan orang lain, padahal mereka sendiri juga melakukan hal yang sama. Sungguh mengena sindiran Yesus tersebut.  'Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu' (Yoh 8: 7). Kata-kata Yesus mengingatkan agar setiap orang berani memandang dirinya sendiri.

Apakah orang yang mudah mencari kesalahan sesama itu masih menghayati imannya? Amat kurang menghayati, kalau boleh kita sebut demikian. Sebab bukankah kita diminta hidup dalam kasih Tuhan? Bukankah cinta terhadap Tuhan tak bisa dipisahkan dengan kasih terhadap sesama? Bukankah kasih menutupi segala sesuatu? Kiranya pengalaman orang-orang Israel yang diangkut ke pembuangan (2Raj 17: 5-15) mengingatkan kita untuk semakin setia menghayati iman kita.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, bersihkanlah hati kami dari segala keegoisan yang akan melahirkan benih2 dosa dalam diri kami, mampukan kami agar dapat memandang setiap hal dari segi yang positif sehingga tercipta keindahan dalam hidup bersama. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi', tetapi 'siapa tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu'. Hendaknya kita tidak mudah menyalahkan orang lain. Kita tetap menegur orang yang bersalah, tetapi tidak mencari-cari kesalahan sesama.

Kedua, apa yang tidak kita kehendaki dilakukan orang kepada kita, janganlah kita melakukannya terhadap orang lain.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018