Jumat Pekan Biasa XIII, 6 Juli 2018

Am 8: 4-12 + Mzm 119 + Mat 9: 9-13

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-muridNya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

Meditatio

Suatu hari Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: 'ikutlah Aku'. Entah Yesus sudah mengincar Matius jauh-jauh sebelumnya, atau kebetulan saja. Namun tentunya Yesus tahu benar siapakah orang yang dipanggilNya itu. Dia tidak memilih orang-orang yang dianggap baik pada waktu itu, malah sebaliknya seorang pemungut cukai dipanggilNya juga. Entah alasan apa juga yang membuat Matius segera mengikutNyas.

Suatu hari, entah kapan hal itu diadakan, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-muridNya. Apakah Matius mengadakan pesta perpisahan dengan teman-temannya? Atau memang suatu kebanggaan dan perlu dirayakan, bila memang adanya pertobatan dengan mengikuti seseorang guru? Namun tak dapat disangka, ketika orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: 'mengapa Gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Bukankah memang kaum pendosa itu harus dijauhi? Bukankah Mazmur juga mengingatkan, bahwa aku tak akan bergaul dan makan bersama dengan mereka yang berkata-kata tidak benar? Tidak pantas dan kurang etislah, seorang Guru makan bersama-sama dengan kaum pendosa. Mengapa para murid juga berdiam diri, dan tidak mengingatkan sang Guru? Itulah sepertinya alasan mengapa kaum Farisi menegur para muridNya.

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit, dan Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa', tegas Yesus. Yesus datiag, bukan hanya sebagai Guru, tetapi juga sebagai Mesias, sang Penyelamat. Akulah Guru dan Tuhan, dan katamu itu benar. Yesus secara sengaja malahan mencari orang-orang yang telah termakan dosa, membebaskan mereka, dan menjanjikan keselamatan. Mereka inilah orang-orang yang memerlukan belaskasih Allah, sebab hanya belaskasihlah yang akan menyapa mereka, dan bukan lagi keadilan. Mereka juga tidak mampu menghunjukkan persembahan, karena memang mereka adalah orang-orang yang tak berdaya; jangankan persembahan, kepercayaan dan kerinduan akan ilahi saja tidaklah mereka miliki. Pemahaman inilah yang diminta dimengerti oleh Yesus kepada kaum Farisi. 'Pelajarilah arti firman ini: yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan', pinta Yesus.

Perlawanan kaum Farisi terhadap sikap dan tindakan Yesus memang sepertinya terkonsepkan dari pewartaan Amos di jamannya (8: 4-12). Amos menyatakan, bahwa Allah tidak segan-segan menghukum umat yang dikasihiNya, karena perilaku mereka yang membinasakan sesamanya. Mereka yang mampu malahan meniadakan sesama yang lemah. Sikap Yesus sang Mesias tidaklah sesuai dengan gambaran Allah di jaman Amos.  

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat kasihMu yang begitu besar kepada kami, Engkau tidak memandang kesalahan dan dosa kami. Engkau tetap datang dan memanggil kami untuk menjadi anakMu. Semangatilah kami ya Yesus, agar mampu mengasihi sesama seperti yang Engkau lakukan kepada kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'ikutlah Aku'. Inilah ajakan Yesus kepada setiap orang. Dia tidak memandang muka, Dia menginginkan semua orang beroleh selamat.

Kedua, 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit, dan Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Inilah tugas perutusan Yesus. Dia bukan hanya sebagai Guru, tetapi Dialah Kristus Tuhan.

Ketiga, 'yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan'. Bukankah persembahan itu sekedar lambang, tetapi tidaklah demikian dengan belaskasih yang benar-benar sikap dan tindakan seorang pribadi?








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018