Jumat Pekan Biasa XIV, 13 Juli 2018

Hos 14: 2-10 + Mzm 51 + Mat 10: 16-23



Lectio

Yesus memanggil kedua belas muridNya dan berkata: 'lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.  Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.  Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.  Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'.


Meditatio

Yesus memanggil kedua belas muridNya dan berkata: 'lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'. Sebuah tugas perutusan yang amat sulit dan menantang. Mereka memang 'mendapat kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan' (ay 1), tetapi apalah arti semuanya itu, kalau nyawa mereka terancam, bagaikan seekor domba di tengah kawanan serigala. Kendati demikian, Yesus tidak membuat para murid takut dan gemetar. Yesus meminta mereka tetap tegas, harus cerdik seperti ular. Mereka harus gesit dan pandai mencari sela untuk melawan sekaligus menghindar. Mereka juga harus tulus seperti merpati, yang selalu sabar dan setia dalam aneka tantangan dan godaan.

'Waspadalah terhadap semua orang, dan karena Aku, pertama, akan ada yang menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya'. Mereka itu tidak segan-segan mengatas namakan Tuhan. Kedua, 'kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah'. tanpa alasan jelas, mereka akan memperbantahkan para murid. Ketiga, 'kamu akan dibenci semua orang', bahkan pada saat itu 'orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya, dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka'. Itulah kenyataan yang akan dijumpai dan dialami oleh para murid. Bila semuanya terjadi, sekali hendaknya cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Semuanya terjadi, bila memungkinkan 'larilah ke kota yang lain', bila tidak, hadapailah semuanya dan 'janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu'. Tuhan Allah tidak akan membiarkan para murid, orang-orang yang dikasihiNya, berjalan seorang diri. 'Barangsiapa bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat', tegas Yesus, 'tetapi sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang'. Kapan semuanya itu terjadi, Yesus tidak menyebutkan. Semuanya akan terjadi, sebab kedatanganNya benar-benar menjadi bahan perbantahan banyak orang (Luk 1), dan Dia datang bukan membawa damai, melainkan pedang.

Semua itu tidaklah terjadi sekarang ini. Namun cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati, tetapi kiranya menjadi prinsip hidup, sebab dengan bertambahnya hari semakin bertambah tantangan kehidupan. Hanya dengan mengandalkan Roh Bapa, setiap kita dapat menikmati hidup ini dengan penuh sukacita.

 

Oratio

Ya Yesus, kami tahu begitu banyak tantangan yang harus kami hadapi dalam tugas perutusan kami masing-masing, tetapi kami percaya, bahwa Engkau selalu menyertai dan mendampingi kami, Engkau tidak membiarkan kami berjuang sendirian. Terima kasih ya Yesus atas rahmatMu ini. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati'. Inilah tugas perutusan kita sehari-hari. Kita diminta siap menghadapi kenyataan hidup. 'Barangsiapa bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat'.

Kedua, 'Roh Bapamu akan berkata-kata di dalam kamu'. Amat perlu keterbukaan hati setiap orang untuk mendengarkan sabda dan kehendakNya. Membiarkan diri dibimbing olehNya.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Pesta Maria mengunjungi Elizabet