Jumat Pekan Biasa, XVI 27 Juli 2018

Yer 3: 14-17 + Mzm 31 + Mat 13: 18-23



Lectio

Pada hari itu berkatalah Yesus kepada para muridNya: 'dengarlah arti perumpamaan tentang penabur itu.  Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.  Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.  Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad.  Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.  Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat'.

 

Meditatio

'Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan', kata Yesus kepada para muridNya menerangkan arti perumpamaan yang dberikanNya. Ketidaksiapan atau ketidak mau tahuan dalam mendengarkan sabda Tuhan membuat seseorang kehilangan sesuatu yang indah dan mulia. Dalam bahasa Yohanes, dia tetap serupa dengan dunia.

'Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad'. Banyaknya batu-batuan membuat benih-benih sabda itu tidak berakar. Dia membaca kitab suci tidak ubahnya membaca koran murahan. Mereka membaca kitab suci, tetapi tidak mau berusaha mendalaminya dalam hidup sehari-hari, sehingga ketika orang mempertanyakan kebenaran sabda itu dia mulai goyah dan tidak percaya. Aneka kesulitan hidup, bukannya membuat dia semakin bertumpu pada sabdaNya, malah menjauhinya.

'Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah'. Sebuah gambaran bagi orang-orang yang tidak setia dalam hidupnya. Sabda yang didengarnya tidak dipercayai dan diyakininya. Kekuatiran dan kegelisahan hidup mengganggu mereka, terlebih keindahan harta dunia yang begitu menarik hati. Bukankah hanya sabda Tuhan yang menyelamatkan? Bukanlah roti, kekayaan dan kuasa, sebagaimana dikatakan Yesus sendiri ketika mengalami pencobaan di gunung (Luk 4), tidak dapat menyelamatkan diri seseorang, melainkan hanya sabda dan kehendakNya. Keinginan daging begitu kuat dalam hidup kita.

'Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat'. Kasih Tuhan tidaklah ditentukan oleh kemampuan usaha seseorang, tetapi keberanian mendengarkan sabda Tuhan mendatangkan rahmat dan berkat. Keberundukan seseorang dalam mengamini sabdaNya semakin membuka peluang bagi Yesus untuk melimpahkan berkatNya (bdk Mrk 6: 6). Kesetiaan untuk mendengarkan sabda dan melaksanakan akan menjadikan mereka takhtaNya yang kudus (bdk. Yer 3: 17), karena memang Tuhan Allah akan hadir selalu dalam diri mereka.

 

Oratio

Yesus Kristus, berilah kami hati yang terbuka dalam menerima sabdaMu, agar menjadi tanah subur dalam menerima benih firmanMu dan menghasilkan buah berlimpah yang dapat dinikmati oleh banyak orang.

Beato Titus Brandsma, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

'Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat'. Keterbukaan diri akan sabdaNya membuat hidup penuh dengan aneka berkatNya.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018