Kamis Pekan Biasa XIII, 5 Juli 2018

Am 7: 10-17 + Mzm 19 + Mat 9: 1-10

 

 

Lectio

Suatu hari naiklah Yesus ke dalam perahu dan sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-muridNya.

 

Meditatio

Suatu hari naiklah Yesus ke dalam perahu dan sampailah Ia ke kota-Nya sendiri. Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni'. Yesus memuji bahagia orang-orang yang beriman itu. Mereka beriman, karena itu mereka datang kepada Tuhan Yesus. Karena kepercayaan kepada Yesus, maka mereka berani datang kepadaNya; dan perhatian Yesus pun bukan pada sakit yang disandangnya, melainkan pada iman kepercayaan mereka. Orang beriman akan selalu mencari dan mencari Tuhan, bahkan mereka akan datang kepada orang-orang yang diutusNya untuk mendengarkan sabda Tuhan. Tetapi tidaklah demikian dengan orang-orang yang mencari kenyamanan diri dan tidak mau mendengarkan nubuat Tuhan. 'Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana! Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan' (Am 7: 12-13). Inilah kata-kata orang yang tidak beragama dan tidak beriman itu; bukannya mereka mencari Tuhan, malah sebaliknya menjauhkan diri dari kasih ilahi. Kenapa Yesus langsung berkata dosamu sudah diampuni? Apakah karena Yesus tahu, bahwa tak seorang pun manusia ini yang bebas dari kuasa dosa?

'Ia menghujat Allah', komentar para ahli Taurat. Mereka secara sengaja tidak berkata-kata, tetapi dalam hati mereka mengutuki Yesus. Mengutuki sesama saja adalah kesalahan besar, apalagi terhadap Tuhan Allah. Bukankah Tuhan sang Empunya kehidupan saja yang mampu mengampuni dosa umat manusia? Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: 'mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Yesus sepertinya sengaja berkata-kata dosamu sudah diampuni, sebab bukan saja Dia tahu isi hati umatNya, tetapi sekaligus menegaskan Siapa diriNya. Yesus tidak pernah menyebut siapakah diriNya, tetapi selalu menyatakan diri dalam aneka pekerjaan yang dilakukan. Inilah yang selalu direnungkan dalam Injil Yohanes. Kalau pun tidak percaya kepadaKu, percayalah kepada pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan.

'Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!', kata Yesus kepada orang lumpuh itu. Yesus langsung menyuruh dia pulang, dan bukannya meminta dia untuk mengikutiNya, dan memang orang itu pun bangun lalu pulang. Yesus benar-benar datang sebagai Orang yang penuh kuasa.

Orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia. Orang-orang yang mengalami kasih Tuhan akan selalu menikmati aneka hal yang indah dan menyenangkan, tetapi tidaklah demikian, seperti Israel, yang mengalami kebinasaan, karena menjauhkan diri dari Tuhan (lih Am 7: 16-17).

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau Allah yang menjadi manusia dan membawa keselamatan bagi umat manusia. Ampunilah kami ya Yesus yang kadang tidak mampu memahami kehadiranMu dalam hidup kami ini. Dan ajarilah kami untuk semakin berani mengandalkan Engkau di dalamnya. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni'. Kata-kata ini disampaikan kepada orang-orang yang beriman, tetapi tidaklah demikian dengan orang-orang  seperti di jamannya nabi Amos; mereka malah melawan orang-orang yang mewartakan sabda dan kehendak Tuhan.

Kedua, ketahuilah 'bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Bukankah memang Yesus berkata aku ada di dalam Bapa, dan Bapa ada didalam Aku. Kuasa itulah yang akhirnya diberikan kepada Simon Petrus dan para penggantinya dalam mendirikan GerejaNya.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018