Kamis Pekan Biasa XIV, 12 Juli 2018

Hos 11: 3-4 + Mzm 80 + Mat 10: 7-15



Lectio

Yesus memanggil kedua belas muridNya dan berkata: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.  Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.  Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.  Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.  Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu'.


Meditatio

Yesus memanggil kedua belas muridNya dan berkata: 'pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. Kerajaan Surga sudah dekat, maka tugas para rasul mempersiapkan setiap orang untuk berani menyambutNya. Kedatangan Yesus adalah kedatangan Kerajaan Surga itu sendiri. Setiap orang harus berani menerima kehadiranNya, karena hanya di dalam KerajaanNya ada kehidupan dan keselamatan.  

  'Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan', karena memang kuasa itulah yang diberikan Yesus kepada mereka. Mereka mendapatkan kuasa itu, bukan sekedar guna menarik perhatian mereka yang mendengarkan, tetapi semata-mata guna menunjukkan, bahwa di dalam KerajaanNya di bumi ini seperti di dalam surga.  'Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.  Kuasa telah diberikan oleh Yesus, maka mereka pun harus berani berbagi dengan yang lain. Permintaan Yesus untuk berbagi adalah sebuah usaha agar para murid, kita semua, berani bermurah hati seperti Bapa di surga.

'Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.  Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'.  Yesus mengingatkan hal ini, supaya aneka fasilitas tidak menghalangi tugas perutusan mereka. Para murid diyakinkan, bahwa semuanya itu sekedar alat bantu, dan bukanlah perihal yang menentukan; terlebih Yesus sendiri telah berjanji akan mendampingi mereka.

'Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.  Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu'. Para murid diminta untuk selalu mendahului memberi salam dan berbuat baik kepada orang lain, tetapi sebaliknya hendaknya tidak menuntut balik mereka yang mendengarkannya. Yesus memberi catatan khusus: 'apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.  Aku berkata kepadamu: sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu'. Menerima dan mengamini sabda Tuhan Allah adalah kewajiban setiap orang. Sebab memang menerima sabda dan kehendakNya berarti seseorang menyetujui dan mendukung penuh kemauan Allah, agar kita semua berada dalam area keselamatan. Ketidakmauan masuk dalam area keselamatan hanyalah kebinasaan diri, dan penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya.

Karya pelayanan para rasul dengan pelbagai karunia adalah wujud nyata dari kehadiran Allah; kehadiran yang terbuka bagi setiap orang. Kehadiran Yesus, sang Empunya Kerajaan Surga ini, semata-mata hendak mengatakan, bahwa 'Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan' (Hos 11: 9).

 

Oratio

Ya Yesus, ajarilah kami agar berani mengandalkan Engkau dalam setiap peristiwa hidup kami. Ajarilah kami agar dengan mudah tangan kami ini menyalurkan belaskasihMu, sebab memang Engkau telah banyak membekali kami dengan kasihMu itu. Karena Engkaulah yang Empunya kehidupan, yang Kudus dan berkuasa atas segalanya. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya'.  Aneka perbekalan adalah sarana bantu, tetapi Tuhan sendiri hendaknya menjadi Andalan kita. Dia akan memberikan upah melalui mereka yang mendengarkannya.

Kedua, 'kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma'.  Para murid, kita semua, hendaknya berani berbagi; sebab bukankah Tuhan telah memberi kita?

Ketiga, 'apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu'. Peringatan keras agar setiap orang berani dan siap menerima kabar keselamatan.

 

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis

Senin Pekan Prapaskah I, 19 Februari 2018