Kamis Pekan Biasa XVI, 26 Juli 2018

Sir 44: 10-15 + Mzm 132 + Mat 13: 16-17


Lectio

Pada hari itu bersabdalah Yesus: 'berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.  Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya".


Meditatio

'Berbahagialah matamu karena melihat, dan telingamu karena mendengar'. Memang kebahagiaan tersendiri, tetapi kurang kita sadari, kalau kita dapat melihat dan mendengar dengan baik. Kedua indera ini sepertinya paling ok dalam berkomunikasi dengan dunia sekitar. Kita bersyukur dengan indera penglihatan dan pendengaran kita ini. 'Sebab Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Kemurahan hati Tuhan memang sulit dimengerti oleh banyak orang. Para nabi dan orang benar saja yang ingin melihat dan merasakan kehadiran misteriNya yang kudus pun, tidak mendapatkan kesempatan. Tanggapan daripadaNya, tidaklah demikian dengan kita orang-orang yang dikasihiNya. Kita memang tidak melihat secara kasat mata, tetapi berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya; dan itulah yang kita nikmati sekarang ini. Dan pendengaran kitalah yang semakin memperdalam kepercayaan kita kepadaNya, sebab sabdaNya yang hidup selalu kita dengarkan. Berbahagialah mereka yang mendengarkan sabdaNya, dia bagaikan mendirikan rumah di batu wadas yang kuat. Angin dan badai datang tidak akan merobohkannya.

Hari ini kita merayakan peringatan santo Yoakim dan Ana, orangtua Maria. Dengan merayakan kedua tokoh ini, kita diingatkan akan peran orangtua kita, yang selalu memberi yang terbaik bagi anak-anaknya. Mereka selalu memberi warisan baik kepada kita (Sir 44), terlebih iman yang tulus ikhlas, dan kita hidupi sampai sekarang ini (lih. 2Tim 1: 5). Kiranya kita nikmati segala yang baik dan indah yang telah diwariskan oleh orangtua kita. Itulah tanda syukur dan terima kasih.

 

Oratio

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, melalui sabdaMu kami percaya, bahwa Engkaulah Tuhan penyelamat umat manusia. Semangati kami ya Yesus agar semakin berani dalam mewartakan sabda dan melakukan kehendakMu.

Santo Yoakim dan Santa Anna doakanlah kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya'. Adanya sesuatu yang indah dan baik adanya, hendaknya membuat kita selalu bersyukur kepadaNya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Pentakosta

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Kelahiran Yohanes Pembaptis